1 Tentang apakah mereka saling bertanya tanya?(QS. 78:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 1 - 5
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5)
Orang-orang Musyrik Quraisy ketika berkumpul dalam gedung pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad SAW. dan Kitab Alquran yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain. "Apakah Muhammad itu seorang tukang sihir atau penyair atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-hala mereka?". Dan mereka bertanya-tanya pula tentang Alquran, "Apakah dia itu sihir atau syair atau mantera-mantera saja?". Dan masing-masing mengemukakan pendapatnya yang sesuai dengan hawa nafsunya, sedangkan Nabi Muhammad SAW. sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Alquran yang memberi sinar penerangan kepada manusia pada jalan kebenaran.
Selain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari berbangkit sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka.
Mereka berpendapat bahwa, manusia itu lahir ke dunia setelah itu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Dan ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa, yang dibangkitkan itu hanya arwah mereka saja dan bukan jasad mereka yang telah habis dimakan bumi. Dan ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.
Maka berhubungan dengan sikap mereka yang demikian itulah diturunkan surah ini, untuk menolak keingkaran mereka dan untuk menegakkan argumen yang nyata bahwa Allah Taala benar-benar Maha Kuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati; walaupun mereka telah jadi tanah, telah dimakan binatang buas, atau telah ditelan oleh ikan di laut, atau telah terbakar oleh api dan dihamburkan oleh angin, atau oleh yang lain-lain.
Dalam ayat ini Allah SWT mencela perselisihan orang-orang musyrik Quraisy mengenai hari berbangkit sebagai berikut: "Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?".
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa beliau berkata, "orang-orang Quraisy ketika turun Alquran sering bertanya-tanya satu sama lain. Di antara mereka ada yang membenarkan dan di antara mereka ada pula yang mendustakan. Maka turunlah ayat ini".
Allah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang Hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena Hari Kiamat itu amat besar huru-haranya dan menjadi pembicaraan yang luas di kalangan orang-orang Quraisy. Di antara mereka ada yang berkata bahwa kejadian Kiamat itu mustahil, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.
إن هي إلا حياتنا الدنيا نموت ونحيا وما نحن بمبعوثين
Artinya:
Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.
(Q.S. Al-Mu'minun: 37)
Dan ada pula yang meragukan sebagaimana tercantum dalam firman Allah:
ما ندري ما الساعة إن نظن إلا ظنا وما نحن بمستيقنين
Artinya:
Kami tidak tahu apakah Hari Kiamat itu. Kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).
(Q.S. Al-Jatsiyah: 32)
Adapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:
لمن الملك اليوم لله الواحد القهار
Artinya:
"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu'minun: 16)
Kemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan ada ancaman:
"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui. di waktu mereka menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada Hari Kiamat yang mereka selalu mengingkarinya".
Sebaliknya mereka jangan memperolok-olokan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya, dan bahwa apa-apa yang mereka ragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan tekanan, sekali lagi.
Kemudian Allah menguatkan lagi bahwa; kelak mereka akan mengetahui keadaan Hari Kiamat yang sebenarnya.
Kemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Maha Agung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka itu. Padahal tanda-tanda itu nampak jelas di hadapan matanya. Allah mengemukakan sembilan perkara yang oleh mereka dapat disaksikan oleh mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti tersebut pada ayat-ayat berikut, yaitu ayat 6 sampai dengan 14.
2 Tentang berita yang besar,(QS. 78:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 1 - 5
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5)
Orang-orang Musyrik Quraisy ketika berkumpul dalam gedung pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad SAW. dan Kitab Alquran yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain. "Apakah Muhammad itu seorang tukang sihir atau penyair atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-hala mereka?". Dan mereka bertanya-tanya pula tentang Alquran, "Apakah dia itu sihir atau syair atau mantera-mantera saja?". Dan masing-masing mengemukakan pendapatnya yang sesuai dengan hawa nafsunya, sedangkan Nabi Muhammad SAW. sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Alquran yang memberi sinar penerangan kepada manusia pada jalan kebenaran.
Selain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari berbangkit sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka.
Mereka berpendapat bahwa, manusia itu lahir ke dunia setelah itu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Dan ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa, yang dibangkitkan itu hanya arwah mereka saja dan bukan jasad mereka yang telah habis dimakan bumi. Dan ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.
Maka berhubungan dengan sikap mereka yang demikian itulah diturunkan surah ini, untuk menolak keingkaran mereka dan untuk menegakkan argumen yang nyata bahwa Allah Taala benar-benar Maha Kuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati; walaupun mereka telah jadi tanah, telah dimakan binatang buas, atau telah ditelan oleh ikan di laut, atau telah terbakar oleh api dan dihamburkan oleh angin, atau oleh yang lain-lain.
Dalam ayat ini Allah SWT mencela perselisihan orang-orang musyrik Quraisy mengenai hari berbangkit sebagai berikut: "Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?".
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa beliau berkata, "orang-orang Quraisy ketika turun Alquran sering bertanya-tanya satu sama lain. Di antara mereka ada yang membenarkan dan di antara mereka ada pula yang mendustakan. Maka turunlah ayat ini".
Allah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang Hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena Hari Kiamat itu amat besar huru-haranya dan menjadi pembicaraan yang luas di kalangan orang-orang Quraisy. Di antara mereka ada yang berkata bahwa kejadian Kiamat itu mustahil, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.
إن هي إلا حياتنا الدنيا نموت ونحيا وما نحن بمبعوثين
Artinya:
Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.
(Q.S. Al-Mu'minun: 37)
Dan ada pula yang meragukan sebagaimana tercantum dalam firman Allah:
ما ندري ما الساعة إن نظن إلا ظنا وما نحن بمستيقنين
Artinya:
Kami tidak tahu apakah Hari Kiamat itu. Kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).
(Q.S. Al-Jatsiyah: 32)
Adapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:
لمن الملك اليوم لله الواحد القهار
Artinya:
"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu'minun: 16)
Kemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan ada ancaman:
"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui. di waktu mereka menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada Hari Kiamat yang mereka selalu mengingkarinya".
Sebaliknya mereka jangan memperolok-olokan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya, dan bahwa apa-apa yang mereka ragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan tekanan, sekali lagi.
Kemudian Allah menguatkan lagi bahwa; kelak mereka akan mengetahui keadaan Hari Kiamat yang sebenarnya.
Kemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Maha Agung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka itu. Padahal tanda-tanda itu nampak jelas di hadapan matanya. Allah mengemukakan sembilan perkara yang oleh mereka dapat disaksikan oleh mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti tersebut pada ayat-ayat berikut, yaitu ayat 6 sampai dengan 14.
3 yang mereka perselisihkan tentang ini.(QS. 78:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 Sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui,(QS. 78:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.(QS. 78:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,(QS. 78:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 6
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6)
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan yang mudah didiami oleh manusia dan binatang ternak.
7 Dan gunung-gunung sebagai pasak?,(QS. 78:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 7
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7)
Dan Kami jadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk mengolah bumi, sehingga tidak bergoyang karena dengan guncangan-guncangan yang berada di bawahnya.
8 Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,(QS. 78:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 8
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8)
Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, agar timbul kecintaan dan kesayangan di antara suami istri untuk menempuh hidup bahagia dan memelihara keturunan yang baik, mempertahankan kelangsungan jenis manusia sehingga tidak punah.
Ayat ini seperti yang tercantum dalam firman Allah:
ومن أياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة
Artinya:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
(Q.S. Ar Rum: 21)
9 dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,(QS. 78:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 9
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9)
Dan Kami jadikan tidurmu pada malam hari untuk beristirahat dari kesibukan pekerjaan pada siang hari, agar menghasilkan berbagai-bagai mata pencaharian, supaya dengan istirahat waktu tidur itu, kamu dapat mengembalikan daya dan kekuatan untuk melangsungkan pekerjaanmu pada keesokan harinya. Seandainya tidak diselingi oleh istirahat tidur tentu kekuatanmu akan merosot sehingga tidak dapat melangsungkan tugas sehari-hari.
10 dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,(QS. 78:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 10
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10)
Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Maksudnya malam itu gelap menutupi permukaan bumi sebagaimana pakaian menutup tubuh manusia. Hal itu berarti bahwa malam itu berfungsi sebagai pakaian bagi manusia yang dapat menutupi aurat manusia di waktu tidur dari pandangan orang-orang yang mungkin melihatnya. Demikian pula sebagai pakaian, maka gelap malam itu dapat melindungi dan menyembunyikan seseorang yang tidur dari bahaya atau musuh yang sedang mengancam.
11 dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,(QS. 78:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 11
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11)
Dan Kami jadikan siang untuk berusaha dan mencari rezeki yang diperlukan dalam kehidupan dan untuk hidup bermasyarakat.
12 dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,(QS. 78:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 12
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12)
Dan Kami bina di atasmu tujuh lapis langit yang kokoh tanpa bertiang yang tunduk kepada hukum Allah.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naba' 12
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12)
(Dan Kami bina di atas kalian tujuh lapis) maksudnya langit yang berlapis tujuh (yang kokoh) lafal Syidaadan adalah bentuk jamak dari lafal Syadidatun, artinya sangat kuat lagi sangat rapi yang tidak terpengaruh oleh berlalunya zaman.
13 dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),(QS. 78:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naba' 13
وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13)
(Dan Kami jadikan pelita) yang menerangi (yang amat terang) yang dimaksud adalah matahari.
14 dan Kami turunkan dari awan air yang tercurah,(QS. 78:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,(QS. 78:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 dan kebun-kebun yang lebat?(QS. 78:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,(QS. 78:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 17
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (17)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa hari itu pasti terjadi pada waktu yang telah ditetapkan dan pada hari itu diputuskan siksa yang akan diterima orang yang kafir di dalam neraka dan pahala yang akan diterima orang-orang mukmin di dalam surga, baik bagi orang-orang yang terdahulu. orang-orang sekarang dan orang-orang kemudian. Di sana akan sangat jauh beda nasib dan kehidupan mereka sesuai dengan derajat amal perbuatan mereka ketika di dunia. Allah telah menjadikan hari itu sebagai batas antara dunia dari akhirat tempat seluruh makhluk akan dihimpun di padang mahsyar agar masing-masing dapat melihat dan menyaksikan apa yang telah mereka perbuat selama hidup di dunia, sehingga orang yang berbuat kebaikan akan menerima pahalanya dan orang yang berbuat kejahatan akan menerima siksaan. Kemudian Allah menerangkan tanda-tanda hari itu dan kedahsyatan dengan firman-Nya dalam ayat berikut ini.
18 yaitu suatu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,(QS. 78:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 18
يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا (18)
Yaitu Hari Kiamat yang pada waktu itu ditiup sangkakala oleh malaikat Israfil yang menyebabkan seluruh makhluk akan dihidupkan kembali, bangkit dari kuburnya masing-masing dan berkumpul di padang Mahsyar dan tiap-tiap umat dipimpin oleh Rasulnya, sehingga datang berkelompok-kelompok seperti dalam firman Allah:
يوم ندعوا كل أناس بإمامهم
Artinya:
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya.
(Q.S. Al-Isra': 71)
19 dan dibukakan langit, maka terdapatlah beberapa pintu,(QS. 78:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 19
وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (19)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa pada hari keputusan itu langit terbuka dan mempunyai pintu-pintu yang memisahkan satu dengan bahagian yang lain. Maksudnya langit itu terbelah-belah, sehingga mempunyai celah-celah seakan-akan terbuka dan mempunyai pintu-pintu. Hal ini dijelaskan oleh ayat-ayat yang lain ialah firman Allah:
إذا السماء انشقت
Artinya:
Apabila langit terbelah.
(Q.S. Al-Insyiqaq: 1)
Dan firman-Nya:
إذا السماء انفطرت
Artinya:
Apabila langit terbelah.
(Q.S. Al-Infithar: 1)
Yang demikian itu terjadi karena timbulnya perubahan besar dalam susunan planet-planet di angkasa yang menyebabkan perubahan dalam daya tarik dan perjalanan orbitnya, yang menjurus ke arah kehancuran alam angkasa, dan juga kehancuran alam dunia.
20 dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.(QS. 78:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naba' 20
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا (20)
Dan gunung-gunung pada hari itu, tidak lagi seperti sediakala, akan tetapi akan diguncangkan sehingga hancur lebur seperti kabut yang dari jauh kelihatan seperti bayangan air tetapi jika didekati ternyata tidak ada apa-apa karena bagian-bagiannya telah terpecah belah, dihancurkan dan beterbangan ke mana-mana.
Dalam firman Allah:
وحملت الأرض والجبال فدكتا دكة واحدة
Artinya:
Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung Ialu dibenturkan keduanya sekali bentur.
(Q.S. Al-Haqqah: 14)
Kemudian dalam ayat yang lain Allah berfirman:
وتكون الجبال كالعهن
Artinya:
Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan).
(Q.S. Al-Ma'arij: 9)
Kemudian gunung-gunung itu akan dihancur-leburkan seperti debu yang beterbangan seperti dijelaskan dalam firman Allah:
وبست الجبال بسا فكانت هباء منبثا
Artinya:
Dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan.
(Q.S. Al-Waqi'ah: 5, 6)
Kemudian Allah akan menjadikan gunung-gunung itu seperti awan yang berjalan di langit seperti dalam firman-Nya:
وترى الجبال تحسبها جامدة وهي تمر مر السحاب
Artinya:
Dan kamu lihat gunung-gunung itu; kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.
(Q.S. An Naml: 88)
Kemudian dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa gunung-gunung itu akan hilang sama sekali seperti fatamorgana.
"Al Islam adalah agama Allah yang diperintahkan mempelajari aqidah dan syariatnya kepada Nabi Muhammad dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia, serta mengajak mereka untuk menganutnya. "Aqidah artinya sesuatu yang menjadi pengikat hati dan batin manusia. "Syari'at adalah undang-undang yang diturunkan Allah yang mengatur hubungan Allah dengan manusia, mengatur hubungan sesama muslim,dgn manusia lainnya, dgn kehidupan dan alam semesta.
Senin, 11 Juli 2011
Tafsir Surat : AN-NAAZI'AT
1 Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,(QS. 79:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 1
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1)
Untuk menegaskan hari berbangkit kepada orang-orang musyrik yang mengingkarinya, Allah bersumpah demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa dengan keras.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 1
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1)
(Demi yang mencabut nyawa) atau demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir (dengan keras) atau mencabutnya dengan kasar.
2 dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,(QS. 79:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,(QS. 79:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,(QS. 79:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).(QS. 79:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,(QS. 79:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.(QS. 79:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7)
Dan tiupan yang pertama itu akan diiringi oleh tiupan yang kedua yang menyebabkan bintang-bintang di langit akan hancur berantakan setelah bumi mengalami kehancuran.
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah bersabda:
"Bumi akan guncang sehebat-hebatnya beserta seluruh penghuninya"
sesuai dengan firman Allah yang menyatakan; lalu Nabi membaca ayat ini.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7)
(Kemudian ia diiringi dengan yang mengikutinya) dengan tiupan yang kedua dari malaikat Israfil; jarak di antara kedua tiupan itu empat puluh tahun; dan jumlah ayat ini berkedudukan menjadi Haal atau kata keterangan keadaan daripada lafal Ar-Raajifah. Dan lafal Al-Yauma dapat mencakup kedua tiupan tersebut, karena itu maka kedudukan Zharafnya dianggap sah. Tiupan yang kedua ini untuk membangkitkan semua makhluk yang mati menjadi hidup kembali, maka setelah tiupan yang kedua, mereka bangkit hidup kembali.
8 Hati manusia pada waktu itu sangat takut,(QS. 79:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 pandangannya tunduk.(QS. 79:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 (Orang-orang kafir) berkata: `Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?(QS. 79:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?`(QS. 79:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 11
أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً (11)
Dan mereka akan bertanya pula dengan penuh keheranan: "Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?".
12 Mereka berkata: `Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan`.(QS. 79:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Dan mereka berkata: "Jika benar apa yang kamu ucapkan itu tentang adanya hari berbangkit setelah kami menjadi tulang-belulang yang hancur, maka sungguh kami akan mengalami suatu pengembalian yang sangat merugikan".
13 Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,(QS. 79:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.(QS. 79:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.(QS. 79:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 15
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى (15)
Dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW., akan kisah Musa A.S., dalam bentuk pertanyaan yaitu; "Sudahkah sampai kepadamu ya Muhammad kisah Musa yang oleh Allah telah diutus kepada Firaun menyampaikan risalahnya dengan cara yang halus dan lemah lembut; seperti tercantum dalam firman Allah:
فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى
Artinya:
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.
(Q.S. Thaha: 44)
16 Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa:(QS. 79:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 16
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى (16)
Yaitu Tatkala Tuhannya memanggil Musa di lembah suci ialah Lembah Tuwa; dekat Gunung Sinai. Dan di dalam munajatnya itu Allah menjelaskan sebagai berikut:
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 16
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى (16)
(Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa) dapat dibaca dengan memakai Tanwin, yaitu Thuwan, dapat pula dibaca tanpa Tanwin, yaitu Thuwa, artinya nama sebuah lembah. Lalu Rabb berkata kepadanya:
17 `Pergilah kamu kepada kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,(QS. 79:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 17
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (17)
"Pergilah kamu kepada Firaun dan nasihatilah dia karena dia telah melampaui batas, berlaku sombong terhadap Bani Israil dan telah memperbudak mereka dengan kekejaman yang di luar peri kemanusiaan seperti perintah untuk membunuh bayi-bayi yang laki-laki dan membiarkan hidup bagi yang perempuan". Kemudian Allah menyuruh pula Musa supaya berdakwah dengan lemah lembut.
18 dan katakanlah (kepada Firaun):` Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan) `.(QS. 79:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?`(QS. 79:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.(QS. 79:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 1
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1)
Untuk menegaskan hari berbangkit kepada orang-orang musyrik yang mengingkarinya, Allah bersumpah demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa dengan keras.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 1
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1)
(Demi yang mencabut nyawa) atau demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir (dengan keras) atau mencabutnya dengan kasar.
2 dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,(QS. 79:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,(QS. 79:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,(QS. 79:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).(QS. 79:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,(QS. 79:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.(QS. 79:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7)
Dan tiupan yang pertama itu akan diiringi oleh tiupan yang kedua yang menyebabkan bintang-bintang di langit akan hancur berantakan setelah bumi mengalami kehancuran.
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah bersabda:
"Bumi akan guncang sehebat-hebatnya beserta seluruh penghuninya"
sesuai dengan firman Allah yang menyatakan; lalu Nabi membaca ayat ini.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7)
(Kemudian ia diiringi dengan yang mengikutinya) dengan tiupan yang kedua dari malaikat Israfil; jarak di antara kedua tiupan itu empat puluh tahun; dan jumlah ayat ini berkedudukan menjadi Haal atau kata keterangan keadaan daripada lafal Ar-Raajifah. Dan lafal Al-Yauma dapat mencakup kedua tiupan tersebut, karena itu maka kedudukan Zharafnya dianggap sah. Tiupan yang kedua ini untuk membangkitkan semua makhluk yang mati menjadi hidup kembali, maka setelah tiupan yang kedua, mereka bangkit hidup kembali.
8 Hati manusia pada waktu itu sangat takut,(QS. 79:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 pandangannya tunduk.(QS. 79:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 (Orang-orang kafir) berkata: `Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?(QS. 79:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?`(QS. 79:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 11
أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً (11)
Dan mereka akan bertanya pula dengan penuh keheranan: "Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?".
12 Mereka berkata: `Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan`.(QS. 79:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Dan mereka berkata: "Jika benar apa yang kamu ucapkan itu tentang adanya hari berbangkit setelah kami menjadi tulang-belulang yang hancur, maka sungguh kami akan mengalami suatu pengembalian yang sangat merugikan".
13 Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,(QS. 79:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.(QS. 79:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.(QS. 79:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 15
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى (15)
Dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW., akan kisah Musa A.S., dalam bentuk pertanyaan yaitu; "Sudahkah sampai kepadamu ya Muhammad kisah Musa yang oleh Allah telah diutus kepada Firaun menyampaikan risalahnya dengan cara yang halus dan lemah lembut; seperti tercantum dalam firman Allah:
فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى
Artinya:
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.
(Q.S. Thaha: 44)
16 Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa:(QS. 79:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 16
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى (16)
Yaitu Tatkala Tuhannya memanggil Musa di lembah suci ialah Lembah Tuwa; dekat Gunung Sinai. Dan di dalam munajatnya itu Allah menjelaskan sebagai berikut:
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Naazi'aat 16
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى (16)
(Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa) dapat dibaca dengan memakai Tanwin, yaitu Thuwan, dapat pula dibaca tanpa Tanwin, yaitu Thuwa, artinya nama sebuah lembah. Lalu Rabb berkata kepadanya:
17 `Pergilah kamu kepada kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,(QS. 79:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naazi'aat 17
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (17)
"Pergilah kamu kepada Firaun dan nasihatilah dia karena dia telah melampaui batas, berlaku sombong terhadap Bani Israil dan telah memperbudak mereka dengan kekejaman yang di luar peri kemanusiaan seperti perintah untuk membunuh bayi-bayi yang laki-laki dan membiarkan hidup bagi yang perempuan". Kemudian Allah menyuruh pula Musa supaya berdakwah dengan lemah lembut.
18 dan katakanlah (kepada Firaun):` Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan) `.(QS. 79:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?`(QS. 79:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.(QS. 79:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : 'ABASA
1 Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,(QS. 80:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 1 - 2
عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2)
Surah ini termasuk kelompok surah Makkiyah. Ayatnya ada empat puluh dua dan diturunkan setelah surah An Najm. Surah ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa seorang yang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum anak paman Siti Khadijah. Beliau termasuk di antara sahabat-sahabat Muhajirin yang pertama memeluk Islam dan ketika Nabi saw melaksanakan jihad dan meninggalkan kota Madinah, beliau ini sering ditunjuk oleh Nabi saw untuk menjadi sesepuh kota Madinah mengimami salat dan juga sering melakukan azan seperti Bilal.
Peristiwa ini terjadi di Mekah yaitu ketika Nabi saw sedang sibuk-sibuknya melaksanakan seruan dakwah Islam kepada pembesar Quraisy. Beliau dengan sungguh-sungguh mengajak mereka masuk Islam dengan harapan bahwa jika mereka telah memeluk agama Islam, niscaya akan membawa pengaruh besar pada orang-orang bawahannya, karena di antara pembesar Quraisy yang sedang dihadapi itu terdapat 'Utbah dan Syaibah dua putranya Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, 'Abbas bin Abdul Mutalib, Umaiyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mugirah. Besar sekali keinginan Nabi untuk mengislamkan mereka itu karena melihat kedudukan dan pengaruh mereka kepada orang-orang bawahannya.
Ketika beliau sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu tiba-tiba datanglah Abdullah bin Ummi Maktum lalu menyela pembicaraan itu dengan ucapannya: "Ya Rasulullah, coba bacakan dan ajarkan kepadaku apa-apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadamu". Ucapannya itu diulangi beberapa kali sedang ia tidak mengetahui bahwa Nabi saw sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu. Nabi saw, merasa kurang senang terhadap perbuatan Abdullah bin Ummi Maktum itu yang seolah-olah menganggu beliau dalam kelancaran tablignya, sehingga beliau memperlihatkan muka masam dan berpaling dari padanya. Lalu Allah SWT menyampaikan teguran kepada Nabi-Nya yang bersikap demikian itu terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Oleh karena bermuka masam dan memalingkan muka dari orang buta itu bisa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati orang-orang fakir miskin, padahal Nabi saw diperintahkan oleh Allah supaya bersikap ramah-tamah terhadap mereka.
Abdullah bin Ummi Maktum itu adalah seorang yang bersih dan cerdas hatinya. Bila ia mendengarkan hikmah ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun pembesar-pembesar Quraisy itu sebahagian besar dari mereka adalah orang-orang yang kaya dan angkuh dan tidak sepatutnya Nabi saw terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan karena tugas Nabi saw hanya sekadar menyampaikan risalah dan soal pemberian petunjuk itu semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikirannya dan keteguhan hatinya dan kesediaannya untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun harta, Kedudukan dan pengaruh pimpinan itu, semuanya adalah tidak tetap kadang-kadang ada, kadang-kadang lenyap sehingga tidak dapat diandalkan dan Nabi sendiri setelah turun ayat ini selalu menghormati Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakan kedudukannya dengan sabda Nabi saw: "Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah". Beliau sering bertanya: Barangkali Abdullah bin Ummi Maktum mempunyai keperluan apa saja beliau sanggup menunaikannya.
2 karena telah datang seorang buta kepadanya.(QS. 80:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),(QS. 80:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 - 4
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 3
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3)
(Tahukah kamu) artinya, mengertikah kamu (barangkali ia ingin membersihkan dirinya) dari dosa-dosa setelah mendengar dari kamu; lafal Yazzakkaa bentuk asalnya adalah Yatazakkaa, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Za sehingga jadilah Yazzakkaa.
4 atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?(QS. 80:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 - 4
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 4
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
(Atau dia ingin mendapatkan pelajaran) lafal Yadzdzakkaru bentuk asalnya adalah Yatadzakkaru, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Dzal sehingga jadilah Yadzdzakkaru, artinya mengambil pelajaran dan nasihat (lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya) atau nasihat yang telah didengarnya dari kamu bermanfaat bagi dirinya. Menurut suatu qiraat lafal Fatanfa'ahu dibaca Fatanfa'uhu, yaitu dibaca Nashab karena menjadi Jawab dari Tarajji atau lafal La'allahuu tadi.
5 Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,(QS. 80:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 - 7
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7)
Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.
6 maka kamu melayaninya.(QS. 80:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 6
فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6)
(Maka kamu melayaninya) atau menerima dan mengajukan tawaranmu; menurut suatu qiraat lafal Tashaddaa dibaca Tashshaddaa yang bentuk asalnya adalah Tatashaddaa, kemudian huruf Ta kedua diidgamkan kepada huruf Shad, sehingga jadilah Tashshaddaa.
7 Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).(QS. 80:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 - 7
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7)
Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.
8 Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),(QS. 80:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 8 - 10
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8) وَهُوَ يَخْشَى (9) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10)
Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 8
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8)
(Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera) lafal Yas'aa berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan bagi Fa'il atau subjek yang terkandung di dalam lafal Jaa-a.
9 sedang ia takut kepada (Allah),(QS. 80:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 9
وَهُوَ يَخْشَى (9)
(Sedangkan ia takut) kepada Allah swt.; lafal Yakhsyaa menjadi Haal dari fa'il yang terdapat di dalam lafal Yas'aa, yang dimaksud adalah si orang buta itu atau Abdullah bin Umi Maktum.
10 maka kamu mengabaikannya.(QS. 80:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 10
فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10)
(Maka kamu mengabaikannya) artinya, tiada memperhatikannya sama sekali; lafal Talahhaa asalnya Tatalahhaa, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang, sehingga jadilah Talahhaa.
11 Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,(QS. 80:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 11
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11)
Dalam ayat ini Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan Walid bin Mugirah dan kawan-kawannya. Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 11
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11)
(Sekali-kali jangan) berbuat demikian, yakni janganlah kamu berbuat hal yang serupa lagi. (Sesungguhnya hal ini) maksudnya, surat ini atau ayat-ayat ini (adalah suatu peringatan) suatu pelajaran bagi makhluk semuanya.
12 maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,(QS. 80:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 12
فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12)
Maka barangsiapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang itu tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu.
Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
13 di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,(QS. 80:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 13
فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13)
(Di dalam kitab-kitab) menjadi Khabar yang kedua, karena sesungguhnya ia dan yang sebelumnya berkedudukan sebagai jumlah Mu'taridhah atau kalimat sisipan (yang dimuliakan) di sisi Allah.
14 Yang ditinggikan lagi disucikan,(QS. 80:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 14
مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14)
Yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 14
مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14)
(Yang ditinggikan) di langit (lagi disucikan) dari sentuhan setan.
15 di tangan para penulis (utusan),(QS. 80:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Yang mulia lagi berbakti.(QS. 80:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 16
كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)
Yang sangat mulia lagi berbakti sebagaimana dalam firman Allah:
يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)
Artinya:
Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim: 6)
17 Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?(QS. 80:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 17 - 18
قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ (17) مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ (18)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengutuk manusia yang kafir yaitu: binasalah manusia! Alangkah besar keingkarannya kepada nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya sejak mulai lahir sampai matinya. Allah mengemukakan pertanyaan agar supaya oleh manusia dijadikan renungan untuk dapat menimbulkan kesadaran yaitu: Dari apakah Allah menciptakannya?
Allah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan penghabisan. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini:
"Dari apakah Allah menciptakan manusia?"
18 Apakah Allah menciptakannya?(QS. 80:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.(QS. 80:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 19
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (19)
Dari setetes mani yang hina Allah menciptakannya lalu menentukan tahap-tahap kejadiannya, umurnya, rezekinya dan nasibnya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 19
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (19)
(Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya) menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal daging hingga akhir penciptaannya.
20 Kemudian Dia memudahkan jalannya,(QS. 80:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 20
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ (20)
Kemudian Allah memudahkan jalan manusia itu dan memberi kesediaan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah:
الذي أحسن كل شيء خلقه وبدأ خلق الإنسان من طين ثم جعل نسله من سلالة من ماء مهين
Artinya:
Allah yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (Q.S. As Sajdah: 7-8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 1 - 2
عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2)
Surah ini termasuk kelompok surah Makkiyah. Ayatnya ada empat puluh dua dan diturunkan setelah surah An Najm. Surah ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa seorang yang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum anak paman Siti Khadijah. Beliau termasuk di antara sahabat-sahabat Muhajirin yang pertama memeluk Islam dan ketika Nabi saw melaksanakan jihad dan meninggalkan kota Madinah, beliau ini sering ditunjuk oleh Nabi saw untuk menjadi sesepuh kota Madinah mengimami salat dan juga sering melakukan azan seperti Bilal.
Peristiwa ini terjadi di Mekah yaitu ketika Nabi saw sedang sibuk-sibuknya melaksanakan seruan dakwah Islam kepada pembesar Quraisy. Beliau dengan sungguh-sungguh mengajak mereka masuk Islam dengan harapan bahwa jika mereka telah memeluk agama Islam, niscaya akan membawa pengaruh besar pada orang-orang bawahannya, karena di antara pembesar Quraisy yang sedang dihadapi itu terdapat 'Utbah dan Syaibah dua putranya Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, 'Abbas bin Abdul Mutalib, Umaiyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mugirah. Besar sekali keinginan Nabi untuk mengislamkan mereka itu karena melihat kedudukan dan pengaruh mereka kepada orang-orang bawahannya.
Ketika beliau sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu tiba-tiba datanglah Abdullah bin Ummi Maktum lalu menyela pembicaraan itu dengan ucapannya: "Ya Rasulullah, coba bacakan dan ajarkan kepadaku apa-apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadamu". Ucapannya itu diulangi beberapa kali sedang ia tidak mengetahui bahwa Nabi saw sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu. Nabi saw, merasa kurang senang terhadap perbuatan Abdullah bin Ummi Maktum itu yang seolah-olah menganggu beliau dalam kelancaran tablignya, sehingga beliau memperlihatkan muka masam dan berpaling dari padanya. Lalu Allah SWT menyampaikan teguran kepada Nabi-Nya yang bersikap demikian itu terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Oleh karena bermuka masam dan memalingkan muka dari orang buta itu bisa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati orang-orang fakir miskin, padahal Nabi saw diperintahkan oleh Allah supaya bersikap ramah-tamah terhadap mereka.
Abdullah bin Ummi Maktum itu adalah seorang yang bersih dan cerdas hatinya. Bila ia mendengarkan hikmah ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun pembesar-pembesar Quraisy itu sebahagian besar dari mereka adalah orang-orang yang kaya dan angkuh dan tidak sepatutnya Nabi saw terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan karena tugas Nabi saw hanya sekadar menyampaikan risalah dan soal pemberian petunjuk itu semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikirannya dan keteguhan hatinya dan kesediaannya untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun harta, Kedudukan dan pengaruh pimpinan itu, semuanya adalah tidak tetap kadang-kadang ada, kadang-kadang lenyap sehingga tidak dapat diandalkan dan Nabi sendiri setelah turun ayat ini selalu menghormati Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakan kedudukannya dengan sabda Nabi saw: "Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah". Beliau sering bertanya: Barangkali Abdullah bin Ummi Maktum mempunyai keperluan apa saja beliau sanggup menunaikannya.
2 karena telah datang seorang buta kepadanya.(QS. 80:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),(QS. 80:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 - 4
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 3
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3)
(Tahukah kamu) artinya, mengertikah kamu (barangkali ia ingin membersihkan dirinya) dari dosa-dosa setelah mendengar dari kamu; lafal Yazzakkaa bentuk asalnya adalah Yatazakkaa, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Za sehingga jadilah Yazzakkaa.
4 atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?(QS. 80:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 - 4
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 4
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4)
(Atau dia ingin mendapatkan pelajaran) lafal Yadzdzakkaru bentuk asalnya adalah Yatadzakkaru, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Dzal sehingga jadilah Yadzdzakkaru, artinya mengambil pelajaran dan nasihat (lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya) atau nasihat yang telah didengarnya dari kamu bermanfaat bagi dirinya. Menurut suatu qiraat lafal Fatanfa'ahu dibaca Fatanfa'uhu, yaitu dibaca Nashab karena menjadi Jawab dari Tarajji atau lafal La'allahuu tadi.
5 Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,(QS. 80:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 - 7
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7)
Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.
6 maka kamu melayaninya.(QS. 80:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 6
فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6)
(Maka kamu melayaninya) atau menerima dan mengajukan tawaranmu; menurut suatu qiraat lafal Tashaddaa dibaca Tashshaddaa yang bentuk asalnya adalah Tatashaddaa, kemudian huruf Ta kedua diidgamkan kepada huruf Shad, sehingga jadilah Tashshaddaa.
7 Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).(QS. 80:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 - 7
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7)
Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.
8 Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),(QS. 80:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 8 - 10
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8) وَهُوَ يَخْشَى (9) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10)
Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 8
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8)
(Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera) lafal Yas'aa berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan bagi Fa'il atau subjek yang terkandung di dalam lafal Jaa-a.
9 sedang ia takut kepada (Allah),(QS. 80:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 9
وَهُوَ يَخْشَى (9)
(Sedangkan ia takut) kepada Allah swt.; lafal Yakhsyaa menjadi Haal dari fa'il yang terdapat di dalam lafal Yas'aa, yang dimaksud adalah si orang buta itu atau Abdullah bin Umi Maktum.
10 maka kamu mengabaikannya.(QS. 80:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 10
فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10)
(Maka kamu mengabaikannya) artinya, tiada memperhatikannya sama sekali; lafal Talahhaa asalnya Tatalahhaa, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang, sehingga jadilah Talahhaa.
11 Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,(QS. 80:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 11
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11)
Dalam ayat ini Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan Walid bin Mugirah dan kawan-kawannya. Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 11
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11)
(Sekali-kali jangan) berbuat demikian, yakni janganlah kamu berbuat hal yang serupa lagi. (Sesungguhnya hal ini) maksudnya, surat ini atau ayat-ayat ini (adalah suatu peringatan) suatu pelajaran bagi makhluk semuanya.
12 maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,(QS. 80:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 12
فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12)
Maka barangsiapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang itu tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu.
Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
13 di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,(QS. 80:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 13
فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13)
(Di dalam kitab-kitab) menjadi Khabar yang kedua, karena sesungguhnya ia dan yang sebelumnya berkedudukan sebagai jumlah Mu'taridhah atau kalimat sisipan (yang dimuliakan) di sisi Allah.
14 Yang ditinggikan lagi disucikan,(QS. 80:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 14
مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14)
Yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 14
مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14)
(Yang ditinggikan) di langit (lagi disucikan) dari sentuhan setan.
15 di tangan para penulis (utusan),(QS. 80:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Yang mulia lagi berbakti.(QS. 80:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 16
كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)
Yang sangat mulia lagi berbakti sebagaimana dalam firman Allah:
يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)
Artinya:
Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim: 6)
17 Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?(QS. 80:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 17 - 18
قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ (17) مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ (18)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengutuk manusia yang kafir yaitu: binasalah manusia! Alangkah besar keingkarannya kepada nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya sejak mulai lahir sampai matinya. Allah mengemukakan pertanyaan agar supaya oleh manusia dijadikan renungan untuk dapat menimbulkan kesadaran yaitu: Dari apakah Allah menciptakannya?
Allah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan penghabisan. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini:
"Dari apakah Allah menciptakan manusia?"
18 Apakah Allah menciptakannya?(QS. 80:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.(QS. 80:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 19
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (19)
Dari setetes mani yang hina Allah menciptakannya lalu menentukan tahap-tahap kejadiannya, umurnya, rezekinya dan nasibnya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 19
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (19)
(Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya) menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal daging hingga akhir penciptaannya.
20 Kemudian Dia memudahkan jalannya,(QS. 80:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 20
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ (20)
Kemudian Allah memudahkan jalan manusia itu dan memberi kesediaan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah:
الذي أحسن كل شيء خلقه وبدأ خلق الإنسان من طين ثم جعل نسله من سلالة من ماء مهين
Artinya:
Allah yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (Q.S. As Sajdah: 7-8)
Tafsir Surat : AT-TAKWIR
1 Apabila matahari digulung,(QS. 81:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
2 dan apabila bintang-bintang berjatuhan,(QS. 81:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila gunung! Gunung dihancurkan,(QS. 81:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),(QS. 81:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,(QS. 81:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 dan apabila lautan dijadikan meluap,(QS. 81:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),(QS. 81:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,(QS. 81:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 karena dosa apakah dia dibunuh,(QS. 81:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,(QS. 81:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 dan apabila langit dilenyapkan,(QS. 81:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 dan apabila neraka Jahim dinyalakan,(QS. 81:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 dan apabila syurga didekatkan,(QS. 81:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.(QS. 81:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,(QS. 81:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Yang beredar dan terbenam,(QS. 81:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,(QS. 81:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,(QS. 81:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 sesungguhnya Al quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),(QS. 81:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy,(QS. 81:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
2 dan apabila bintang-bintang berjatuhan,(QS. 81:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila gunung! Gunung dihancurkan,(QS. 81:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),(QS. 81:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,(QS. 81:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 dan apabila lautan dijadikan meluap,(QS. 81:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),(QS. 81:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,(QS. 81:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 karena dosa apakah dia dibunuh,(QS. 81:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,(QS. 81:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 dan apabila langit dilenyapkan,(QS. 81:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 dan apabila neraka Jahim dinyalakan,(QS. 81:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 dan apabila syurga didekatkan,(QS. 81:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.(QS. 81:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,(QS. 81:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Yang beredar dan terbenam,(QS. 81:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,(QS. 81:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,(QS. 81:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 sesungguhnya Al quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),(QS. 81:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy,(QS. 81:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : AL-INFITHAAR
1 Apabila langit terbelah,(QS. 82:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
2 dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,(QS. 82:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila lautan dijadikan meluap,(QS. 82:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,(QS. 82:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.(QS. 82:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.(QS. 82:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Infithaar 6 - 7
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (6) الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ (7)
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT mencela manusia yang kafir kepada-Nya: "Hai manusia. Apakah yang telah memperdayakan kamu dan memberanikan kamu untuk berbuat durhaka kepada Allah yang telah menciptakanmu, padahal Dia telah melimpahkan berbagai nikmat kepadamu seperti akal yang sehat, pancaindra yang sempurna, apakah kamu tidak mensyukuri?" Allah telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu susunan tubuhmu seimbang dan harmonis.
7 Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang,(QS. 82:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu.(QS. 82:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 Bukan durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.(QS. 82:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),(QS. 82:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 Yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),(QS. 82:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 82:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,(QS. 82:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.(QS. 82:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.(QS. 82:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Dan mereka sekali-kali tidak dapat ke luar dari neraka itu.(QS. 82:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?(QS. 82:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?(QS. 82:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.(QS. 82:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
2 dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,(QS. 82:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila lautan dijadikan meluap,(QS. 82:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,(QS. 82:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.(QS. 82:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.(QS. 82:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Infithaar 6 - 7
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (6) الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ (7)
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT mencela manusia yang kafir kepada-Nya: "Hai manusia. Apakah yang telah memperdayakan kamu dan memberanikan kamu untuk berbuat durhaka kepada Allah yang telah menciptakanmu, padahal Dia telah melimpahkan berbagai nikmat kepadamu seperti akal yang sehat, pancaindra yang sempurna, apakah kamu tidak mensyukuri?" Allah telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu susunan tubuhmu seimbang dan harmonis.
7 Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang,(QS. 82:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu.(QS. 82:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 Bukan durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.(QS. 82:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),(QS. 82:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 Yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),(QS. 82:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 82:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,(QS. 82:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.(QS. 82:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.(QS. 82:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Dan mereka sekali-kali tidak dapat ke luar dari neraka itu.(QS. 82:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?(QS. 82:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?(QS. 82:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.(QS. 82:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : AL-MUTHAFFIFIIN
1 Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,(QS. 83:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Muthaffifiin 1
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1)
Azab dan kehinaan yang besar pada Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.
Allah SWT telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Madinah pada waktu itu.
Diriwayatkan bahwa di Madinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah, Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.
Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan kepada orang lain.
Terhadap orang seperti itu Nabi Muhammad saw. telah memberi ancaman yang pedas sekali seperti tersebut dalam hadis ini:
خمس بخمس ما نقض قوم العهد إلا سلط الله عليهم عدوهم وما حكموا بغير ما أنزل الله إلا فشا فيهم الفقر وما ظهرت فيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت ولا طفَّفوا الكيل إلا مُنِعُوا النبات ولا مَنَعُوا الزكاة إلا حُبِسَ عنهم المطر.
Artinya:
Ada lima perkara yang dibalas dengan lima perkara: "Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya. Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka. Tidak pernah di kalangan mereka yang menampakkan gejala-gejala perzinahan melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian. Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang melainkan mereka akan curang dalam menakar dan menimbang melainkan mereka akan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan. Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang). (lihat Tafsir Al Maragi, hal. 72, juz 30; jilid X)
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Muthaffifiin 1
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1)
(Kecelakaan besarlah) lafal Wailun merupakan kalimat yang mengandung makna azab; atau merupakan nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam (bagi orang-orang yang curang.)
2 (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,(QS. 83:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.(QS. 83:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Muthaffifiin 3
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)
Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka mempergunakan takaran atau timbangan yang kurang.
Ayat ini mencakup segala macam kecurangan dalam berbagai aspek dalam pergaulan hidup. Contohnya seorang majikan jika mempekerjakan buruhnya, ia berusaha supaya buruhnya itu bekerja keras semaksimal mungkin untuk meningkatkan hasil produksinya yang membawa keuntungan besar. Akan tetap jika ia sendiri menjadi buruh, ia selalu mencari kesempatan untuk mengaso atau istirahat dan menghindari pertanggungjawaban untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Perbedaan sikap ini ketika menjadi majikan atau buruh hendaknya dihindari kecurangan agar supaya timbul sikap saling mempercayai antara kedua belah pihak.
Kecurangan ini harus dihindarkan, baik mengenai perkara-perkara yang kecil, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakat dan negara.
Betapa besarnya dosa orang-orang yang memakan harta benda orang lain tanpa takaran dan timbangan yang benar seakan-akan mereka memakan harta orang lain dengan jalan kekuasaan atau kewibawaan dengan jalan mengkomersilkan jabatan.
Tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka itu dimasukkan golongan yang mendustakan hari pembalasan, walaupun lidah mereka berkata bahwa mereka itu mengaku orang-orang yang mukmin yang tulus ikhlas.
4 Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,(QS. 83:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 pada suatu hari yang besar,(QS. 83:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(QS. 83:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.(QS. 83:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 Tahukah kamu apakah sijjin itu?(QS. 83:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 (Ialah) kitab yang bertulis.(QS. 83:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,(QS. 83:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.(QS. 83:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa(QS. 83:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: `Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu`.(QS. 83:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.(QS. 83:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.(QS. 83:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.(QS. 83:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 Kemudian, dikatakan (kepada mereka): `Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan`.(QS. 83:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam Illiyyin.(QS. 83:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Tahukah kamu apakah Illiyyin itu?(QS. 83:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 (Yaitu) kitab yang bertulis,(QS. 83:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Muthaffifiin 1
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1)
Azab dan kehinaan yang besar pada Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.
Allah SWT telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Madinah pada waktu itu.
Diriwayatkan bahwa di Madinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah, Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.
Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan kepada orang lain.
Terhadap orang seperti itu Nabi Muhammad saw. telah memberi ancaman yang pedas sekali seperti tersebut dalam hadis ini:
خمس بخمس ما نقض قوم العهد إلا سلط الله عليهم عدوهم وما حكموا بغير ما أنزل الله إلا فشا فيهم الفقر وما ظهرت فيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت ولا طفَّفوا الكيل إلا مُنِعُوا النبات ولا مَنَعُوا الزكاة إلا حُبِسَ عنهم المطر.
Artinya:
Ada lima perkara yang dibalas dengan lima perkara: "Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya. Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka. Tidak pernah di kalangan mereka yang menampakkan gejala-gejala perzinahan melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian. Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang melainkan mereka akan curang dalam menakar dan menimbang melainkan mereka akan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan. Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang). (lihat Tafsir Al Maragi, hal. 72, juz 30; jilid X)
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Muthaffifiin 1
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1)
(Kecelakaan besarlah) lafal Wailun merupakan kalimat yang mengandung makna azab; atau merupakan nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam (bagi orang-orang yang curang.)
2 (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,(QS. 83:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.(QS. 83:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Muthaffifiin 3
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)
Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka mempergunakan takaran atau timbangan yang kurang.
Ayat ini mencakup segala macam kecurangan dalam berbagai aspek dalam pergaulan hidup. Contohnya seorang majikan jika mempekerjakan buruhnya, ia berusaha supaya buruhnya itu bekerja keras semaksimal mungkin untuk meningkatkan hasil produksinya yang membawa keuntungan besar. Akan tetap jika ia sendiri menjadi buruh, ia selalu mencari kesempatan untuk mengaso atau istirahat dan menghindari pertanggungjawaban untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Perbedaan sikap ini ketika menjadi majikan atau buruh hendaknya dihindari kecurangan agar supaya timbul sikap saling mempercayai antara kedua belah pihak.
Kecurangan ini harus dihindarkan, baik mengenai perkara-perkara yang kecil, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakat dan negara.
Betapa besarnya dosa orang-orang yang memakan harta benda orang lain tanpa takaran dan timbangan yang benar seakan-akan mereka memakan harta orang lain dengan jalan kekuasaan atau kewibawaan dengan jalan mengkomersilkan jabatan.
Tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka itu dimasukkan golongan yang mendustakan hari pembalasan, walaupun lidah mereka berkata bahwa mereka itu mengaku orang-orang yang mukmin yang tulus ikhlas.
4 Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,(QS. 83:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 pada suatu hari yang besar,(QS. 83:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(QS. 83:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.(QS. 83:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 Tahukah kamu apakah sijjin itu?(QS. 83:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 (Ialah) kitab yang bertulis.(QS. 83:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,(QS. 83:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.(QS. 83:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa(QS. 83:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: `Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu`.(QS. 83:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
14 Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.(QS. 83:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.(QS. 83:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
16 Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.(QS. 83:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
17 Kemudian, dikatakan (kepada mereka): `Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan`.(QS. 83:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam Illiyyin.(QS. 83:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 Tahukah kamu apakah Illiyyin itu?(QS. 83:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 (Yaitu) kitab yang bertulis,(QS. 83:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : AL-INSYIQAAQ
1 Apabila langit terbelah,(QS. 84:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 1 - 2
إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ (1) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (2)
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada Hari Kiamat nanti, disebabkan berbenturan bintang-bintang di langit, karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri, yang ada pada mereka masing-masing, maka rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah pula gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di cakrawala angkasa luar dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Sepantasnya ia patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya.
2 dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,(QS. 84:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila bumi diratakan,(QS. 84:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 3 - 5
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ (3) وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ (4) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (5)
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa-apa yang ada di dalamnya (perutnya), yang demikian itu adalah karena tunduk pada perintah Allah dan patuh melakukan kehendak-Nya. Dalam ayat-ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
إذا زلزلت الأرض زلزالها وأخرجت الأرض أثقالها
Artinya:
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (Q.S. Al Zalzalah: 1, 2)
Dan firman-Nya:
وإذا القبور بعثرت
Artinya:
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (Q.S. Al-Infitar: 4)
Dan firman-Nya lagi:
أفلا يعلم إذا بعثر ما في القبور
Artinya:
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur. (Q.S. Al-'Adiyat: 9)
4 dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,(QS. 84:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).(QS. 84:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.(QS. 84:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 6
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ (6)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia dalam masa hidupnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya. Setiap langkahnya adalah sesungguhnya menuju kepada akhir hidupnya, ialah mati; yang berarti kembali kepada Allah SWT. dan pada ketika itulah manusia akan mengetahui tentang baik buruk pekerjaan yang telah mereka kerjakan dan ketika itu pula manusia akan terbagi dalam dua golongan:
7 Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,(QS. 84:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 7 - 9
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (9)
Golongan pertama.
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanannya yang berisi apa-apa yang telah dikerjakannya, maka ia akan diperhitungkan dengan perhitungan yang mudah dan ringan. Dipaparkanlah semua perbuatannya yang baik dan yang buruk, maka kemudian diberi ganjaran atas perbuatannya yang baik dan dimaafkanlah perbuatannya yang buruk.
Dalam sebuah hadis yang bersamaan maksudnya yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra. bahwa ia telah mendengar Nabi Muhammad saw berdoa dengan mengucapkan:
اللهم حاسبني حسابا يسيرا
Artinya:
"Wahai Tuhan, hisablah aku dengan hisab yang mudah".
Yang dimaksud Rasulullah saw dengan perhitungan yang mudah ialah dimaafkan segala kesalahannya, sedangkan orang yang diperiksa catatannya dengan teliti adalah orang yang mendapat malapetaka. Barangsiapa yang mendapat perhitungan, yang mudah dan yang ringan, ia akan kembali kepada keluarganya yang mukmin dengan gembira dan bahagia sebagaimana firman Allah:
فأما من أوتي كتابه بيمينه فيقول هاؤم اقرءوا كتابيه إني ظننت أني ملاق حسابيه فهو في عيشة راضية
Artinya:
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)". Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (Q.S Al-Haqqah: 19, 20, 21)
8 maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,(QS. 84:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.(QS. 84:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang,(QS. 84:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 10 - 12
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (11) وَيَصْلَى سَعِيرًا (12)
Golongan kedua.
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah. Mereka ini akan menerima catatan amal perbuatan mereka dengan tangan kiri, dari belakang mereka, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.
وأما من أوتي كتابه بشماله فيقول ياليتني لم أوت كتابيه ولم أدر ما حسابيه ياليتها كانت القاضية ما أغنى عني ماليه هلك عني سلطانيه
Artinya:
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku". (Q.S Al-Haqqah: 25, 26, 27, 28, 29)
11 maka dia akan berteriak: `Celakalah aku`.(QS. 84:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).(QS. 84:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).(QS. 84:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 13 - 14
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا (13) إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ (14)
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi sebab mengapa mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya, yaitu:
Pertama: Mereka berbuat sekehendak hatinya, mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan dengan tidak memikirkan akibat buruk yang akan menimpa mereka di akhirat kelak.
Kedua: Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan kembali kepada Tuhannya dan tidak akan dibangkitkan kembali untuk dihisab dan menerima hasil perbuatan mereka di dunia.
14 Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).(QS. 84:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.(QS. 84:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 15
بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا (15)
Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa mereka sesungguhnya akan kembali kepada-Nya dan akan menerima hasil perbuatan mereka di dunia. Orang yang saleh, yang patuh mengerjakan perintah-Nya akan dimasukkan ke dalam surga, sedang orang yang durhaka dan banyak berbuat maksiat akan dimasukkan ke dalam neraka.
16 Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,(QS. 84:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 16 - 19
فَلَا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ (16) وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ (17) وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ (18) لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ (19)
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya kamu melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan.
Dan kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati. Lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti.
Dalam ayat yang lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا قل بلى وربي لتبعثن ثم لتنبئون بما عملتم وذلك على الله يسير
Artinya:
Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Q.S. At-Taghabun: 7)
Dan firman Allah:
فكيف تتقون إن كفرتم يوما يجعل الولدان شيبا
Artinya:
Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. (Q.S. Al-Muzzammil: 17)
17 dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,(QS. 84:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 dan dengan bulan apabila jadi purnama,(QS. 84:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).(QS. 84:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Mengapa mereka tidak mau beriman?,(QS. 84:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 20
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (20)
Dalam ayat ini Allah mencela sikap dan perbuatan mereka, "Mengapa mereka masih tidak mau beriman, sedangkan bukti telah nyata menunjukkan adanya hari berbangkit itu?".
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 1 - 2
إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ (1) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (2)
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada Hari Kiamat nanti, disebabkan berbenturan bintang-bintang di langit, karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri, yang ada pada mereka masing-masing, maka rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah pula gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di cakrawala angkasa luar dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Sepantasnya ia patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya.
2 dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,(QS. 84:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan apabila bumi diratakan,(QS. 84:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 3 - 5
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ (3) وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ (4) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (5)
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa-apa yang ada di dalamnya (perutnya), yang demikian itu adalah karena tunduk pada perintah Allah dan patuh melakukan kehendak-Nya. Dalam ayat-ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
إذا زلزلت الأرض زلزالها وأخرجت الأرض أثقالها
Artinya:
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (Q.S. Al Zalzalah: 1, 2)
Dan firman-Nya:
وإذا القبور بعثرت
Artinya:
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (Q.S. Al-Infitar: 4)
Dan firman-Nya lagi:
أفلا يعلم إذا بعثر ما في القبور
Artinya:
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur. (Q.S. Al-'Adiyat: 9)
4 dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,(QS. 84:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).(QS. 84:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.(QS. 84:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 6
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ (6)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia dalam masa hidupnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya. Setiap langkahnya adalah sesungguhnya menuju kepada akhir hidupnya, ialah mati; yang berarti kembali kepada Allah SWT. dan pada ketika itulah manusia akan mengetahui tentang baik buruk pekerjaan yang telah mereka kerjakan dan ketika itu pula manusia akan terbagi dalam dua golongan:
7 Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,(QS. 84:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 7 - 9
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (9)
Golongan pertama.
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanannya yang berisi apa-apa yang telah dikerjakannya, maka ia akan diperhitungkan dengan perhitungan yang mudah dan ringan. Dipaparkanlah semua perbuatannya yang baik dan yang buruk, maka kemudian diberi ganjaran atas perbuatannya yang baik dan dimaafkanlah perbuatannya yang buruk.
Dalam sebuah hadis yang bersamaan maksudnya yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra. bahwa ia telah mendengar Nabi Muhammad saw berdoa dengan mengucapkan:
اللهم حاسبني حسابا يسيرا
Artinya:
"Wahai Tuhan, hisablah aku dengan hisab yang mudah".
Yang dimaksud Rasulullah saw dengan perhitungan yang mudah ialah dimaafkan segala kesalahannya, sedangkan orang yang diperiksa catatannya dengan teliti adalah orang yang mendapat malapetaka. Barangsiapa yang mendapat perhitungan, yang mudah dan yang ringan, ia akan kembali kepada keluarganya yang mukmin dengan gembira dan bahagia sebagaimana firman Allah:
فأما من أوتي كتابه بيمينه فيقول هاؤم اقرءوا كتابيه إني ظننت أني ملاق حسابيه فهو في عيشة راضية
Artinya:
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)". Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (Q.S Al-Haqqah: 19, 20, 21)
8 maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,(QS. 84:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.(QS. 84:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang,(QS. 84:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 10 - 12
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (11) وَيَصْلَى سَعِيرًا (12)
Golongan kedua.
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah. Mereka ini akan menerima catatan amal perbuatan mereka dengan tangan kiri, dari belakang mereka, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.
وأما من أوتي كتابه بشماله فيقول ياليتني لم أوت كتابيه ولم أدر ما حسابيه ياليتها كانت القاضية ما أغنى عني ماليه هلك عني سلطانيه
Artinya:
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku". (Q.S Al-Haqqah: 25, 26, 27, 28, 29)
11 maka dia akan berteriak: `Celakalah aku`.(QS. 84:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
12 Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).(QS. 84:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
13 Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).(QS. 84:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 13 - 14
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا (13) إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ (14)
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi sebab mengapa mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya, yaitu:
Pertama: Mereka berbuat sekehendak hatinya, mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan dengan tidak memikirkan akibat buruk yang akan menimpa mereka di akhirat kelak.
Kedua: Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan kembali kepada Tuhannya dan tidak akan dibangkitkan kembali untuk dihisab dan menerima hasil perbuatan mereka di dunia.
14 Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).(QS. 84:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
15 (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.(QS. 84:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 15
بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا (15)
Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa mereka sesungguhnya akan kembali kepada-Nya dan akan menerima hasil perbuatan mereka di dunia. Orang yang saleh, yang patuh mengerjakan perintah-Nya akan dimasukkan ke dalam surga, sedang orang yang durhaka dan banyak berbuat maksiat akan dimasukkan ke dalam neraka.
16 Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,(QS. 84:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 16 - 19
فَلَا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ (16) وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ (17) وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ (18) لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ (19)
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya kamu melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan.
Dan kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati. Lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti.
Dalam ayat yang lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا قل بلى وربي لتبعثن ثم لتنبئون بما عملتم وذلك على الله يسير
Artinya:
Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Q.S. At-Taghabun: 7)
Dan firman Allah:
فكيف تتقون إن كفرتم يوما يجعل الولدان شيبا
Artinya:
Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. (Q.S. Al-Muzzammil: 17)
17 dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,(QS. 84:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
18 dan dengan bulan apabila jadi purnama,(QS. 84:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
19 sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).(QS. 84:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
20 Mengapa mereka tidak mau beriman?,(QS. 84:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insyiqaaq 20
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (20)
Dalam ayat ini Allah mencela sikap dan perbuatan mereka, "Mengapa mereka masih tidak mau beriman, sedangkan bukti telah nyata menunjukkan adanya hari berbangkit itu?".
Langganan:
Postingan (Atom)