Selasa, 01 Oktober 2013

Menyikapi Waktu II

Menyikapi Waktu II

Lanjutan dari artikel menarik “Menyikapi Waktu I” KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com dengan kata kunci : tentang waktu demi waktu dan menyikapi waktu

Imam Syafii berkata bahwasanya, “Cukuplah hanya dengan Surat Al Ashr, Al-Quran sudah terwakili”. Subhanallah, demikianlah pentingnya waktu dalam pandangan Allah.
artikel menarik tentang waktuAda kisah menyebutkan bahwa suatu saat Khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya, ia (Umar) sedang istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang menyebabkan anda berbaring di siang hari bolong ini. Jawab ayahnya; “Aku lelah, aku perlu istirahat”. Abdul Malik berkata; “Pantaskah anda beristirahat sementara banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas memerlukan pertolonganmu.” Jawab ayahnya, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itulah yang menyebabkan aku istirahat, nanti setelah shalat Dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak mereka”.
Lalau anaknya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapa yang bisa menjamin anda hidup sampai Duhur. Bagaimana jika Allah menakdirkan anda mati sekarang?” Kemudian Umar bergegas bangun dan pergi membawa 1 karung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.
Di dalam kisah ini, tampak betapa beratnya tanggung jawab untuk mengelola waktu. Bagaimana dengan kita yang telah diberi amanat untuk mengurus bumi ini? Mari kita berlindung kepada Allah dari kelalaian memanfaatkan waktu dan mohon agar dikaruniakan kemampuan untuk mengelola waktu dengan optimal, penuh makna, sesuai dengan yang telah dituntunkan Allah dan Rosul-Nya.
Inilah hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi manusia yang unggul:
Waktu boleh sama tapi isi harus beda!
Ajaran Islam benar-benar sangat menghargai waktu. Allah berulang kali bersumpah dalam Al Quran berkaitan dengan waktu, misalnya: Wal ‘ashri (Demi waktu), Wadh dhuha (Demi waktu dhuha), Wallail (Demi waktu malam), Wannahar (Demi waktu siang).
Allah SWT juga amat menyukai orang yang shalat 5 waktu secara tepat waktu, memuliakan sepertiga malam sebagai waktu mustajabnya doa, dan waktu Dhuha sebagai waktu yang disukai-Nya. Sangat beruntung bagi yang mengisi waktunya efektif hanya dengan mempersembahkan yang terbaik dalam rangka beribadah kepada-Nya.
Allah berfirman dalam hadits qudsi, yang artinya, “Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru: “Wahai anak Adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak kembali lagi sehingga hari pengadilan.” (H.R. Turmudzi).
Mari manfaatkan waktu kita dengan baik.

Menyikapi Waktu III – Tamat

Menyikapi Waktu III – Tamat

Artikel menarik tentang waktu dan demi waktu bagian III – Tamat
balap sepeda artikel menarik tentang waktuCoba renungkan, andai di sebuah lomba balap sepeda, dalam 1 detik A dapat mengayuh 1 putaran pedal, B dapat setengah putaran, dan C sanggup sampai dua putaran. Maka siapa yang menjadi juara? Tentu si C bukan? Ya, sebab pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak ketimbang yang lain.
Begitu juga dengan kita, makin banyak kebaikan yang dilakukan dalam waktu yang sama, insyaAllah kita akan lebih dekat dengan kesuksesan. Persis dengan apa yang anda lakukan saat ini, pada saat yang sama ada yang sedang tidur, sedang di WC, sedang bermain atau mungkin bermaksiat atau apa saja, dan pada saat akhir membaca tulisan ini. Maka, hasilnya pun berbeda-beda tergantung dari apa yang dilakukan, dan anda insyaAllah beruntung karena telah mendapat ilmu yang mahal yaitu bagaimana mengelola modal hidup ini, yakni waktu.
Para pembaca, sungguh kita merasakan bahwa seringkali kita tidak begitu serius menghargai waktu, sehingga kadang kala menghamburkannya begitu saja. Kadang-kadang kesia-siaan selalu menjadi bagian dalam hidup kita; berleha-leha dengan tidak merasa rugi waktu, ngomong sia-sia tanpa rasa berdosa, berjalan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal, sungguh waktu adalah modal kita dalam mengarungi kehidupan ini.
Jika kita dapat mengoptimalkan modal kita itu, maka beruntunglah kita, tapi jika tidak, maka pasti merugi. Orang bodoh ialah orang yang diberi modal (waktu), lalu disia-siakan. Naudzhubillah. Padahal, jika hari ini sama dengan hari kemarin berarti kecepatan kita sama, tak ada peningkatan. maka tak akan pernah bisa menyusul siapapun, dan andaikata orang lain selalu meningkat, maka kita akan tertinggal dan jadi pecundang.
Maka, satu-satunya pilihan yang cerdik adalah agar kita tetap dapat mempergunakan waktu untuk terus meningkatkan diri sebelum kita kehabisan waktu. Rasulullah SAW sendiri mengingatkan kita untuk selalu memperbaiki waktu kita, sebab setiap waktu memiliki beban persoalan tersendiri, sabdanya,
artikel menarik tentang waktu demi waktu“Jagalah yang lima sebelum datang yang lima, yaitu manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu, gunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, gunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu gunakanlah masa senggangmu sebelum datang masa sempitmu.’ (HR Hakim).
Dari uraian diatas, maka sebenarnya ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu:
1. Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, dan ia melakukan sesuatu yang tidak diminati oleh orang yang gagal.
2. Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu dengan esok harinya.
3. Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam.
Terakhir, mari simak Firman Allah dalam QS Al Ashr: “Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi, kecula yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”

Al Quran Bicara tentang Waktu

Al Quran Bicara tentang Waktu

Ayat ayat al quran tentang waktu

Beberapa ayat Al Quran tentang waktu (ayat-ayat waktu). Mari kita simak baik-baik firman-Nya….

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji (QS 2:189)

dan yang memohon ampun di waktu sahur . (QS 3:17)
Note: ayat ini menerangkan tentang waktu istimewa (mustajab) untuk berdoa, yaitu di sepertiga malam terakhir. Termasuk berdoa memohon ampun.

Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (QS 2:281)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS 3:133-134)

Dan sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS 3:41)

Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan  kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda  bagi orang-orang yang beriman.(QS 6:99)

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS 4:103) | Ayat tentang waktu shalat

Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 7:86)

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat  memajukannya. (QS 7:34)

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (QS 7:187) | Ayat ini menegaskan tentang waktu kiamat itu tidak boleh diprediksi manusia.

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah  di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak  yang lebih besar dari itu, melainkan  dalam kitab yang nyata . (QS 10:61)

Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran (QS Al Ashr : 1-3)

Inilah sebagian dari ayat-ayat Al Quran  tentang waktu. Mudah-mudahan kita semua dapat termotivasi agar selalu mempergunakan waktu dengan baik.

Senin, 23 September 2013

Penting! Tujuh Nasihat Rasulullah

Penting! Tujuh Nasihat Rasulullah

Mutiara hadits Nasihat RasulTujuh nasihat Rasulullah SAW di bawah ini adalah mutiara hikmah yang dirangkum dari mutiara hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut, Rasulullah juga menjelaskan hikmah dari setiap amal kebaikan yang kita lakukan.
Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam menjalankan nasihat Rasulullah ini.
Inilah 7 nasihat Rasulullah SAW:
1. Tolonglah orang yang kesulitan
Menolong orang yang kesulitan, akan mendapatkan kemudahan di akhirat
2. Bantulah orang miskin
Mengurangi penderitaan orang miskin, dapat mengurangi penderitaan diri sendiri di dunia dan akhirat
3. Jangan membuka aib
Menutup aib orang lain, akan menutup aib diri sendiri di dunia dan di akhirat
4. Biaskanlah memberikan pertolongan
Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba yang suka menolong
5. Belajarlah ilmu agama
Orang yang belajar ilmu agama, akan dimudahkan Allah menuju surga-Nya
6. Sering-seringlah menghadiri majelis ilmu
Orang yang menghadiri majelis ilmu akan diberi ketentraman, kedamaian
7. Jangan menunda-nunda amal
Barangsiapa lambat beramal, jangan berharap cepat naik derajatnya
Tujuh nasihat Rasulullah SAW tersebut adalah inti sari dari hadits shahih berikut ini:
Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda : ”Barang siapa melenyapkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah juga menghilangkan  kesulitannya kelak di hari Kiamat. Dan Barang siapa mengurangi penderitaan orang miskin, pasti Allah mengurangi pula penderitaannya didunia dan akhirat, dan Barang siapa merahasiakan  aib/buruk seorang muslim, maka Allah menyembunyikan pula aib/buruknya didunia dan akherat. Allah pasti menolong seorang manusia, selama manusia itu membantu sesama manusianya.  Dan Barang siapa menempuh perjalanan demi menimba ilmu, pasti Allah membuka jalan kesorga baginya.Tiada suatu masyarakat berkumpul disuatu tempat peribadatan (mesjid atau madrasah), mereka membaca dan mendiskusikan kandungan Al-Qur’an, melainkan jaminan ketentraman dan kedamaian bagi mereka serta kasih Allah meliput mereka. Mereka di kelilingi para malaikat yang membentangi mereka, dan Allah mempopulerkan mereka disisiNya, Barang siapa lambat beramal kebaikan, jangan terlalu berharap peningkatan derajat secepatnya.” (HR Bukhari – Muslim).

Solusi : Sidang Itsbat 40 Detik dengan Biaya Rp 0

Solusi : Sidang Itsbat 40 Detik dengan Biaya Rp 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim
solusi biaya sidang itsbatSemoga ada pihak terkait yang membaca tulisan ini dan memiliki wewenang untuk mewujudkan sidang itsbat yang cepat dan tanpa biaya.
Anda perlu tahu jelas, bahwa tulisan ini bertujuan BUKAN untuk mengundang debat antara penggemar rukyat vs hisab. Juga tidak bermaksud untuk memojokkan pihak tertentu. Ini adalah sumbang saran untuk kebaikan bersama. Karena itu, komentar yang memancing perdebatan rukyat-hisab dan yang tidak sejalan dengan semangat tujuan ini akan saya hapus.
Sidang itsbat yang cepat, adalah kata kunci yang banyak diharapkan masyarakat. Saya yakin termasuk anda, bukan? Selama ini sidang itsbat bertele-tele, memerlukan waktu sangat lama. Bukankah ini pemborosan waktu? Sementara masyarakat sudah menungu-nungu keputusannya.
Kalau bisa cepat, mengapa dibuat lambat?
Selain cepat, juga semestinya tidak menghabiskan biaya besar. Menurut berita di nasional.kompas.com, disebutkan bahwa: “Kemarin biaya makan saja yang besar, enggak ada Rp 1 miliar.” Ini artinya biaya sidang itsbat besarnya berkisar Rp 1 miliar!
Nah, kini saatnya bagi kita untuk membuat terobosan baru: Sidang istbat 40 Detik dengan Biaya Nol Rupiah…. Simak caranya di bawah ini:
1. Sidang Itsbat dengan Biaya Rp 0
Rp 1 Miliar itu tidak sedikit, Bung! Ini bisa untuk membuat sebuah madrasah yang berguna untuk mencerdaskan anak bangsa. Bagaimana mewujudkan sidang itsbat dengan biaya nol rupiah?
Gunakan masjid sebagai tempat sidang
Sidang itsbat dilaksanakan di masjid Istiqlal, setelah shalat berjamaah Maghrib. Dengan demikian tidak perlu menganggarkan biaya untuk membayar gaji (lembur) pegawai yang mengurus gedung pertemuan.
Pesertanya adalah seluruh jamaah masjid
Tidak perlu mengundang peserta jarak jauh, yang tentunya akan menelan biaya banyak.
Sidang berlangsung cepat
Pimpinan sidang cukup membacakan kesimpulan rukyat dan keputusannya, agar sidang bisa berlangsung dengan cepat sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya kompensasi.
Dengan menggunakan masjid sebagai tempat sidang, pesertanya adalah seluruh jamaah, dan sidangnya berlangsung cepat… maka tidak ada biaya apapun yang harus dikeluarkan. Inilah cara menyenangkan masyarakat yang baik dan tanpa biaya.

2. Sidang Itsbat 40 Detik
Semestinya sidang itsbat dapat dilakukan 40 detik saja. Tidak perlu bertele-tele! Tidak perlu ada pandangan umum dari masing-masing ormas. Tidak perlu ada debat berkepanjangan… sehingga sidang itsbat bisa berlangsung berjam-jam. Bukankah aturan “Cara membuat keputusan” dalam sidang itsbat sudah baku?
Bagaimana cara sidang itsbat dalam 40 detik? Ini skenarionya:
- Sidang dibuka setelah semua data rukyat masuk (10 detik)
- Bacakan kesimpulan hasil rukyat (10 detik)
- Tetapkan keputusannya (10 detik)
- Sidang langsung ditutup (10 detik).
Sekali lagi: Tdak perlu ada pandangan umum / debat, karena aturan sidang itsbat sudah jelas.
Dengan cara inilah, sidang itsbat bisa berlangsung dalam 40 detik. Pandangan umum, penjelasan, argumen-argumen, dll dilakukan di waktu lain. Dengan memilih tempat di masjid untuk sidang, akan lebih menghemat waktu ketimbang harus berjalan ke kantor kementrian agama.
Itulah terobosan baru untuk melahirkan sidang itsbat dalam 40 detik, dengan biaya nol rupiah.

Jadikan shalat lebih mantap, lebih agung dan lebih nikmat

Jadikan shalat lebih mantap, lebih agung dan lebih nikmat...
 shalat nabi, sholat nabi, shalat berjamaah, sholat berjamaah, shalat khusyu, sholat khusyu, tentang shalat, tentang sholat, bacaan shalat, bacaan sholat, belajar shalat, belajar sholat, tuntunan shalat, tuntunan sholat, tata cara shalat, gerakan shalat, gerakan sholat
"Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Dan barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).
Karena itu, belajar shalat harus menjadi prioritas utama. Mari sempurnakan shalat kita! Alhamdulillah, berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan konsep Trilogi MENUJU SHALAT SEMPURNA. Jadikan shalat lebih mantap (dengan shalat Nabi), lebih agung nilainya (dengan shalat berjamaah) dan lebih nikmat (dengan shalat khusyu)...

 

Melihat Shalat Nabi, adalah ebook pertama dari trilogi Menuju Shalat Sempurna. Sudahkah shalat dengan tata cara yang benar? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab “Ya”, apabila anda sudah pernah melihat cara shalat Nabi, sebagaimana sabdanya : “Shalatlah engkau sebagaimana engkau MELIHAT AKU SHALAT- (HR Bukhari, Muslim, Ahmad).
Sudahkah anda melihat cara shalat Nabi....??? Sungguh, amat banyak di antara kita menjawab “Belum”. Termasuk juga anda, bukan?
Melihat Aku Shalat ” dalam hadits di atas adalah Melihat Shalat Nabi. Agar dapat mengerjakan shalat dengan BENAR, seperti telah melihat Nabi SAW mengerjakan shalat.
Melihat Shalat Nabi , adalah melihat hadits tiap “Gerakan” dan “Bacaan” shalat yang dicontohkan Nabi. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hadits Nabi tentang cara berdiri dalam shalat; hadits Nabi tentang cara mengangkat tangan saat takbir (arah telapak tangan, keadaan jari-jari, ketinggian telapak tangan); dan seluruh hadits gerakan shalat lainnya hingga akhir shalat.
Coba anda uji diri sendiri dengan satu pertanyaan saja: "Kemanakah arah jari-jari kaki dan arah telapak tangan pada saat takbiratul ikhram?"
Ingat, jawaban anda diragukan kebenarannya jika tidak berlandaskan hadits. Dapat dipastikan, jika anda belum pernah belajar shalat dengan benar (Melihat Shalat Nabi), pasti tata cara shalat anda masih banyak yang keliru. Jangan heran, kalau banyak orang yang merasa baru bangun dari tidur panjangnya selama ini setelah “Melihat Shalat Nabi”, karena selama ini mereka tidak sadar akan kesalahannya. Tata cara shalat mereka masih seperti yang mereka peroleh sejak kecil.
Ketahuilah, bahwa arah jari-jari kaki ketika berdiri dalam shalat adalah menghadap kiblat! Pada saat takbiratul ikhram, telapak tangan juga diarahkan ke kiblat. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi SAW (lihat haditsnya dalam ebook). Coba anda perhatikan, berapa banyak kira-kira orang yang masih keliru dalam hal ini (jari kaki menghadap serong kiri & kanan, dan telapak tangan tidak ke arah kiblat)? Ternyata masih sangat banyak orang yang keliru, bukan? Apakah termasuk anda sendiri..? Penulis selalu menjumpai kekeliruan ini di mana-mana. Kenapa demikian, tidak lain karena mereka belum pernah melihat shalat Nabi. Itu baru takbiratul ikhram... permulaan shalat. Bagaimana dengan gerakan-gerakan shalat selanjutnya?
Ebook Melihat Shalat Nabi Insya_allah menuntun kita ke arah shalat yang benar, sesuai yang Nabi contohkan. Sangat mudah dipahami karena menyajikan foto-foto gerak/posisi shalat yang benar dari mulai cara berdiri, takbiratul ikhram hingga salam. Masing-masing gerak dan posisi seluruh anggota tubuh dijelaskan berdasarkan hadits-hadits Nabi yang shahih, sehingga kita amat yakin akan kebenarannya. Juga dicantumkan macam-macam alternatif gerak yang pernah dicontohkan oleh Nabi. Ebook ini juga mencantumkan seluruh bacaan shalat beserta artinya kata demi kata, agar makna shalat dapat dipahami lebih baik.
Waspadalah, shalat adalah perkara pertama yang dihisab di hari kebangkitan! “Barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).
Apakah cara shalat anda sudah dikalibrasi (dibandingkan) dengan shalat Nabi? Bagaimana kalau shalat anda ditolak karena tidak pernah belajar Shalat Nabi?

Strategi Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah, adalah ebook kedua dari trilogi Menuju Shalat Sempurna.
Pernahkah disadari bahwa sebenarnya saat ini anda dalam keadaan PALING BAHAYA karena “MISKIN” ? Benar! Karena jika anda tidak shalat berjamaah di masjid, “Gaji” anda sangat kecil, hanya 1/27 atau 3,7% ...
Semoga kita tidak meninggal dalam "Kemiskinan" itu..., naudzubillah. Inilah KEMISKINAN SEJATI, yang melanda mayoritas penduduk negeri ini... yang juga tengah melanda diri anda, bukan? Kemiskinan sejati, penyebab SESAL & GENTAR di yaumul hisab. Kemiskinan sejati, menyeret menuju puncak kesengsaraan di HAWIYAH !
“Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas” (QS Al Qariah : 8-11)
Renungkan: Rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah tapi tidak shalat berjamaah?! Andalah orang miskin sejati itu...
SHALAT BERJAMAAH PAHALANYA LEBIH TINGGI 27 DERAJAT DIBANDING SHALAT SENDIRI (HR BUKHARI -MUSLIM). Raih segera "Kenaikan Gaji" 27x lipat dengan shalat berjamaah di masjid! Shalat berjamaah adalah KEKAYAAN SEJATI, kekayaan yang dibawa mati untuk kebahagiaan abadi. JADILAH ORANG KAYA SEJATI !
Sudahkah anda istiqamah sehari 5x shalat berjamaah di masjid/shalat tepat waktu? Jika belum, anda wajib membaca ebook ini!
PENTING! Bagi yang pernah mendengar bahwa wanita lebih baik shalat di rumah, hal itu hanya berlaku jika dilakukan di awal waktu. Masalah yang berbahaya adalah, kebanyakan wanita yang shalat di rumah ternyata tidak shalat tepat waktu. Bahkan tidak sedikit yang cenderung untuk mengakhirkannya. Dalam hal ini, maka wanita harus shalat berjamaah di masjid demi menjaga shalat di awal waktu.
Selain itu, wanita juga punya peranan sangat penting dalam membangun kebiasaan shalat berjamaah bagi keluarganya. Karena itu, ebook Strategi Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah harus benar-benar dipelajari oleh siapapun, termasuk bagi kaum wanita.

 
Strategi Meraih Shalat Khusyu' , adalah ebook ketiga dari trilogi Menuju Shalat Sempurna.
Shalat, tapi hanya sekedar menggugurkan kewajiban? Menjemukan & menjadi beban? Tergesa-gesa dan terasa tawar bin hambar? Anda menjadi orang yang sangat rugi, karena selalu tersiksa 5x/hari seumur hidup. Betulkah demikian...?
Jika demikian, anda tidak ada pilihan lain kecuali mencoba belajar dan mempraktekkan Strategi Meraih Shalat Khusyu' agar shalat terasa lebih nikmat, dan lebih memberikan manfaat bagi hati dan tubuh. Yakinlah, Shalat Khusyu’ adalah anugerah Allah untuk setiap hambanya.
Shalat khusyu' bukan hanya milik para Nabi, kita semua dapat meraihnya. Asal tahu caranya...

Senin, 26 Agustus 2013

17 alasan ulama Islam mengkafirkan kaum Syi’ah



SEJUMLAH tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya).
Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:
  1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala  QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.
  2. Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.
  3. Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).
  4. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).
  5. Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).
  6. Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).
  7. Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).
  8. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).
  9. Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).
  10. Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Shallalahualaihi Wasallam  (Ibid).
  11. Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)
  12. Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).
  13. Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).
  14. Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).
  15. Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Shallalahualaihi Wasallam. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).
  16. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).
  17. Rasulullah Shallalahualaihi Wasallam dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).
Ketujuhbelas doktrin Syi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Shallalahualaihi Wasallam. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.
Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.
Sumber: Risalah Mujahidin, edisi 9, th 1 Jumadil Ul