Jumat, 22 Januari 2016

Empat Hal Ini Buat Malaikat Menjauhimu

 
Setiap hari manusia mendapat pengawasan dari malaikat yang diutus Allah SWT. Makhluk yang diciptakan dari cahaya ini mencatat seluruh gerak-gerik manusia sejak bangun hingga terlelap lagi.

Tidak hanya itu, berdasarkan Hadist Nabi malaikat juga diutus bagi manusia untuk selalu mengikutinya bergiliran baik dari muka maupun belakang. Padahal, tidak hanya diam, namun malaikat berdoa agar manusia senantiasa mendapat ampunan dan kebaikan.

Namun ada tindakan yang membuat malaikat enggan mendekati manusia. Tidak hanya meninggalkan, malaikat juga melaknat serta mengutuk manusia yang dijauhi tersebut. Lantas, apa saja tindakan yang membuat malaikat menjauhi manusia?

1. Melaknat Para Wanita yang Menolak Keinginan Suaminya
--------------------------------------------------------------------------
Orang pertama yang akan dijauhi malaikat adalah seorang istri yang menolak keinginan suaminya. Seperti diketahui bahwa suami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap istrinya. Sehingga tidak heran jika menolak perintah suami bisa membuat malaikat menjauhi manusia tersebut.

Penolakan istri terhadap perintah suami kerap kali membuat suami jengkel terhadap istri. Hal ini sebagaimana tertera dalam hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam yang artinya.

“Jika suami mengajak istrinya untuk tidur bersama, sedangkan sang istri menolak, lalu pada malam itu suaminya menjadi jengkel hatinya kepada istrinya, maka para malaikat melaknat (mengutuk) istrinya hingga pagi hari.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

“Jika seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka ia dilaknat oleh para Malaikat hingga ia kembali,”(HR. Bukhari)

2. Menjauhi Orang Junub
------------------------------------
Malaikat juga menjauhi orang-orang yang junub. Itulah mengapa mereka yang tengah dalam hadas besar bersegera untuk mensucikan diri. Pada hakikatnya malaikat adalah makhluk Allah yang begitu suci. Sehingga sesuatu yang kotor tidak akan didekatinya.

Seperti yang diketahui, banyak sekali ibadah yang tidak diperkenankan kepada orang-orang yang memiliki hadas besar. Di antaranya adalah shalat, memegang Al-Qur’an, membaca Al-Qur'an dan lain-lain, adalah di antara ibadah yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh mereka yang memiliki hadas besar.

“Dari Ibnu Abbas: Sesungguhnya malaikat itu tidak mendekat pada orang yang junub atau yang berlumuran dengan kesumba harum, hingga orang tersebut mandi.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Para malaikat senantiasa berdo’a untuk seseorang, selama ia masih berada di tempat shalat, (dan) selama masih belum berhadas.”

Keadaan bersih dan menjaga wudhu juga akan membuat kita cenderung untuk berbuat kebaikan. Misalnya tidak akan melakukan tindakan yang akan membatalkan wudhu seperti menggunjing sesama, menceritaan kejelekan orang lain, dan kegiatan buruk lainnya.

3. Tidak Mau Masuk Ke Rumah yang di Dalamnya Ada Gambar atau Patung
--------------------------------------------------------------------------------------------
Malaikat juga akan menjauhi orang-orang yang tinggal di rumah yang di dalamnya ada gambar dan patung. Seperti kita ketahui bahwa saat ini begitu banyak orang yang menghiasi rumahnya dengan dua asesoris tersebut.

Rasulullah SAW melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. Tirmizi no. 1749 dan beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih)
“Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)”

“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” (HR. Al-Baihaqi 7/270. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 1921)

"Manusia yang paling berat azabnya di sisi Allah pada hari kiamat adalah tukang-tukang gambar/pelukis." (HR.Bukhari)

4. Tidak Mau Masuk Ke Rumah yang Terdapat Anjing
-------------------------------------------------------------------
Malaikat juga akan menjauhi orang-orang yang di rumahnya terdapat anjing. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa malaikat Jibril berjanji akan mendatangi Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah di tunggu, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu tersebut tidak kunjung datang ke rumah Nabi. Padahal, Malaikat Jibrli merupakan makhluk Allah yang tidak pernah ingkar ketika berjanji. Ternyata ada seekor anjing yang menyelinap di bawah tempat tidur Nabi.

Lalu berkatalah beliau shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Aisyah radiyallahu anhu (istri beliau), “Aisyah, sejak kapan anjing ini masuk kesini?” Lalu Aisyah pun menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu.” Kemudian Nabi Muhammad menggiring anjing itu keluar.

Tidak lama kemudian Malaikat Jbril mendatangi rumah Nabi dan Rasulullah SAW pun mempertanyakan keterlambatannya.

“Kau telah berjanji kepadaku dan aku menunggumu, tapi engkau tidak juga datang.” Lalu malaikat Jibril memberitahu Nabi Muhammad,
“Di dalam rumahmu terdapat seekor anjing, sehingga ia menghalangiku untuk masuk, karena Kami (para malaikat) tidak mau masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa) atau anjing. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Malaikat merupakan makhluk Allah yang mulia. Kehadirannya tidak hanya diam, namun malaikat dengan kasih sayangnya selalu memohon ampunan untuk manusia atas dosa-dosa yang dilakukan manusia.

Bunyi do’a yang disampaikan para malaikat kepada Allah adalah, “Ya Allah, ampunilah baginya, ya Allah, kasihanilah dia.” (H.R. Bukhari)

Kamis, 21 Januari 2016

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar......

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

"Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara:
..tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya..;
..tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya..;
..tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh; dan..
..dalam hal apa dia membelanjakannya..;
..dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan.."
~ ‪#‎HRAhmad‬# ~

Wa'alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.

Perumpama'an Orang MUKMIN bagaikan LEBAH.

Perumpama'an Orang MUKMIN bagaikan LEBAH.


عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاص,ِ
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسَرْ وَلَمْ تَفْسُدْ ْ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, Sesungguhnya dia mendengan Rasulullah SAW bersabda:
Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, perumpamaan orang mu`min bagaikan lebah. Lebah itu memakan makanan yang baik-baik dan mengeluarkan yang baik pula. Tidak jatuh tatkala menghinggapi dan tidak mematahkan yang dihinggapi.
(HR Ahmad 164-241H).[Musnad Ahmad, II h.199]



LEBAH adalah serangga berbulu dan bersayap empat dan hidup dari madu kembang.
==============================

Allah memberi kemampuan pada lebah untuk memakan berbagai jenis buah-buahan dan untuk menempuh jalan-jalan yang dimudahkan Allah baginya sesuai dengan kemauannya, baik di udara, darat, lembah maupun di pegunungan, lalu kembali ke sarangnya tanpa tersesat.*


Lebah mengeluarkan madu, dan di dalamnya terdapat obat untuk manusia,
==========================

hal ini sesuai dengan firman Allah Swt,  dalam Surat Al-Nahl ayat 69:

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).

dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya,

di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl : 69)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pernyataannya dalam hadits diatas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ...
sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Nahl ayat 68 :

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl : 68)


Sifat-Sifat Lebah :
================

Pertama
HINGGAP di tempat yang BERSIH dan MENYERAP hanya yang BERSIH.

Lebah hanya hinggap ditempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang lain amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk.

Tapi lebah tidak, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat bersih lainnya yang mengandung bahan MADU atau NEKTAR.

Begitu juga sifat seorang mukmin,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”
(QS. Al-Baqarah : 172)


Kedua
mengeluarkan yang bersih.

Lebah mengeluarkan madu, dan madu mempunyai khasiat kesehatan untuk manusia.

Dia produktif dengan kebaikan, dan hasilnya dapat bermanfaat bagi mahluk lain.

Begitu juga dengan sifat seorang mukmin mampu mengeluarkan kebaikan yang dirasakan oleh manusia dan mahluk lainnya.


Ketiga
Tidak MERUSAK.

lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang ia hinggapi.

Begitu juga seorang mukmin, setidaknya ia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apapun baik material atau pun non-material.


Keempat
TIDAK pernah MELUKAI kecuali kalau DIGANGGU.

Lebah tidak pernah memulai untuk menyerang. Ia akan menyerang ketika merasa tergangggu atau terancam.

Dan untuk mempertahankan kehormatan umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya ditubuh pihak yang diserang.

Sifat ini yang seharusnya dimiliki oleh seorang mukmin.

Itulah karakter-karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang  mukmin.

Sungguh, tidaklah sia-sia Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Qur’an sebagai salah satu nama surah, yaitu An-Nahl.


Wallahu a’lam bis-Shawab ....

Selasa, 19 Januari 2016

Hakikat dua kalimah Syahadah

BARANG SIAPA TIDAK BERSYAHADAD MAKA GUGURLAH SEMUA/SIA SIA AMAL IBADAH SESEORANG
Hakikat dua kalimah Syahadah

أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَــــهَ إِلَّا اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh Allah.

MAKNANYA:

1. Semua umat Islam sangat maklum kedududkan Dua Kalimah Syahadat. Sebagai rukun Islam pertama dalam serentetan rukun-rukun Islam yang lima memberi isyarat betapa tinggi nilai Dua Kalimah Syahadat dalam Islam. Seseorang belum dianggap muslim / muslimat jika enggan mengucapkannya. Namun demikian, sampai dimanakah kepahaman umat Islam terhadap Dua Kalimah Syahadat ? Apakah makna perkataan Syahadat ? Apakah Rukun-Rukun Dua Kalimah Syahadat ?disini saya akan berikan sedikit pengetahuan akan makna DUA KALIMAT SYAHADAT.

2. Syahadat pertama : ( أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ) : Aku bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, disebut sebagai Syahadat Tauhid ; dan Syahadat kedua : ( ( وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ : Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh Allah, disebut sebagai Syahadat Risalah. Jika seseorang hanya mengucap Syahadat Pertama, tetapi enggan mengucap Syahadat Kedua, maka dia belum layak dikatakan muslim atau muslimat. Sebab Ahli Kitab, sama ada Yahudi atau Nasrani juga percaya bahawa Allah tuhan mereka, tetapi mereka tetap kafir kerana enggan mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang terakhir.Nah polemik sekarang sudah terbalik mengagungkan Nabi Muhammad SAW dengan hadist/dalil tetapi kafir akan TUHANnya

3. Perakataan ( شَهَادَة ) : Penyaksian, diambil daripada perkataan ( أَشْهَدُ ) : Aku bersaksi atau aku naik saksi. Terjemahan ini sudah betul maknanya, sebab (شَاهِدٌ ) maknanya saksi. Sabda Nabi SAW ( لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ ) : Tidak sah nikah kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi. Hanya saja umat Islam barangkali banyak yang masih kabur tentang “ apakah makna aku bersaksi “ yang terletak didepan ( لَاإِلَهَ إِلَّا الله ) dan ( مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله ). Dan kerana perkataan ( أَشْهَدُ ) berasal daripada bahasa Arab, maka kita hendaklah merujuk ke dalam kamus bahasa Arab, apakah makna sebenar dari perkataan ( أَشْهَدُ ) : aku bersaksi itu.

4. Menurut Dr. Abdul Karim Zaidan dalam bukunya “ Ushul Al-Da’wah “ terdapat lima makna bagi perkataan ( أَشْهَدُ ) iaitu 1. ( أَعْتَرِفُ ) : Aku I’tiraf atau aku mengakui ; 2. ( أُقِرُّ ) : Aku berikrar atau aku berjanji ; 3. ( أَعْتَقِدُ ) : Aku beri’tiqad atau aku berkeyakinan ; 4. ( أَعْلَمُ ) : Aku berilmu atau aku mengetahui ; 5. ( أُبَيِّنُ ) : Aku menyatakan dalam bentuk sikap. Jadi apabila kelima-lima maknanya kita masukkan dalam terjemahan Dua kalimah Syahadat, maka makna panjangnya ialah sebagaimana berikut :

Aku mengakui, aku berjanji, aku berkeyakinan, aku mengetahu bahawa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu pesuruh Allah, dan selanjutnya aku nyatakan dalam bentuk tindak tanduk dan perlakuanku dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupanku.

5. ( أَعْتَرِفُ ) : Aku I’tiraf atau aku mengakui ; Jika seorang dokter pakar sudah diiktiraf oleh masyarakat atau orang ramai maka biasanya kita akan akur dan patuh dengan nasihat pakar tersebut. Nasihat pakar akan dipatuhi kerana kepakarannya. Segala suruhannya akan kita lakukan dan pantang larangnya akan dijauhi. Demikianlah sikap seseorang apabila berhadapan dengan pakar. Tetapi sayangnya, mengapa umat Islam yang sudah iktiraf atau membuat pengakuan terhadap Allah dan Rasul-Nya, kita lihat masih tidak patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal Allah tidak pernah berbuat salah dan Rasul-Nya pula maksum tidak pernah tersilap. Sedangkan dokter walau bagaimanapun pakarnya, dia pasti pernah tersilap menentukan obat bagi pesakitnya.

6. ( أُقِــرُّ ) : Aku berikrar atau aku berjanji ; Di antara janji kita anak cucu Adam kepada Allah ialah tidak akan mematuhi syaitan sebab dia adalah musuh kita yang nyata. Firman Allah : Bukankah aku telah berjanji dengan kamu wahai anak cucu Adam agar kamu jangan menyembah syaitan, sesungguhnya dia bagi kau adalah musuh yang nyata. ( Yasin : 60 ). Malahan sejak alam roh lagi setiap insan telah berikrar bahawa Allah adalah Tuhan mereka. Oleh itu, bukankah setiap janji wajib ditepati ? Berapa banyak umat Islam yang telah mengucap Dua kalimah Syahadat tetapi lalai mentaati Allah dan Rasul-Nya ? Bukankah mungkir janji itu salah satu sifat orang-orang munafiq ?

7. ( أَعْتَقِدُ ) : Aku beri’tiqad atau aku berkeyakinan ; Perkataan I’tiqad sama dengan perkataan aqidah iaitu simpulan yang kokoh dan kuat. Jika simpulan tali tidak mudah dibuka atau dilerai, maka demikianlah jika sesuatu itu sudah menjadi I’tiqad atau aqidah seseorang maka ia tidak mudah goyang. Oleh itu, sampai dimanakah kesahihan keyakinan seseorang jika tidak terserlah dalam tindakan apa yang emnjadi keyakinannya ?

8. ( أَعْلَمُ ) : Aku berilmu atau mengetahui ; Antara makna saksi yang paling utama adalah ilmu atau pengetahuan. Hubungan antara saksi dengan ilmu sangat erat. Sebab seseorang pasti tidak mampu memberi sesuatu penyaksian tanpa ilmu pengetahuan. Maksudnya : Setiap orang yang sanggup untuk menjadi saksi bagi sesuatu kesaksian di depan mahkamah tentu saja mestilah mengetahui perkara yang akan dipersaksikannya. Jika dia sanggup menjadi saksi hanya untuk membela kawannya, sedangkan dia sendiri tidak tahu perkara sebenarnya, maka dia boleh digolongkan sebagai “Saksi Palsu”. Oleh itu, jika anda telah meletakkan “ Aku bersaksi “ di hadapan perkataan Allah dan Muhammad, anda perlu bertanya : Sudah sampai dimanakan ilmu anda tentang Allah dan Muhammad ? Ataukah anda lebih kenal riwayat hidup dan biodata pembesar-pembesar Negara di dunia , bintang filem atau penyanyi ?

9. ( أُبَيِّنُ ) : Aku menyatakan dalam bentuk sikap. Setelah membuat pengakuan, janji, yakin, mengetahui siapa Allah dan Rasul-Nya lalu diikuti pula dengan tingkah laku dan perlakuan seharian yang menunjukkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Suruhan-suruhan-Nya akan dilaksanakan dan larangan-larangan-Nya pula akan dihindari. Dalam hal ini, berapa banyak umat Islam yang tidak mengotakan apa-apa yang sudah mereka katakan ? Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah.

10. Itulah sebabnya para ulama Aqidah sepakat mengatakan bahawa Rukun Dua Kalimah Syahadat ada tiga. Iaitu : 1. Mengucapkannya dengan lidah ; 2. Membenarkannya dengan hati ; 3. Melaksanakannya dengan anggota. Itulah sebabnya jika Dua kalimah Syahadat hanya sudah diucapkan dengan lidah dan dibenarkan maksudnya di dalam hati tanpa ragu bahawa Allah Tuhannya dan Muhammad Rasulnya, masih belum lagi terpenuhi rukun syahadat jika dia tidak melaksanakan tuntutan Dua Kalimah Syahadat dalam kehidupannya. Berapa banyak umat Islam yang mengucap Dua kalimah Syahadat dengan fasih dan lancar serta faham pula maksudnya tetapi suruhan Allah dan Rasul tidak diperbuat malahan masih banyak yang bergelumang dengan maksiat.

Tiga Amalan Muslim Sejati Setiap Hari.

Tiga Amalan Muslim Sejati Setiap Hari.
-----------------------------------------------------------------

Di dalam Islam setiap perbuatan merupakan ibadah untuk mencari pahala apabila dikerjakan dengan hati yang tulus untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Bagi kaum muslim, mengerjakan amalan ibadah dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Hal ini karena mereka percaya bahwa waktu merupakan ladang pahala.

Untuk itu, janganlah menyia-nyiakan setiap detik waktu yang dimiliki di dunia untuk suatu hal yang merugikan diri sendiri. Lakukanlah amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada-Nya agar dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Berikut ini adalah tiga amalan yang selalu dilakukan oleh muslim sejati setiap harinya.

1. Perbanyaklah Berdzikir Kepada-Nya
Amalan pertama yang selalu dilakukan oleh muslim sejati adalah dengan berdzikir. Berdzikir adalah aktivitas umat muslim yang dilakukan untuk mengingat Allah. Dzikir kepada Allah SWT adalah ibadah yang agung, karena dengan mengingat Allah lewat dzikirnya manusia akan lebih dekat dengan Penciptanya. Selain itu, mengingat Allah SWT dengan segala maa

Allah akan senantiasa mengingat hamba yang mengingat-Nya. Sesungguhnya Allah telah menerangkan kepada manusia, bahwa dengan berdzikir kepada-Nya akan memperbaiki keadaan, sekalipun sebelumnya dalam keadaan yang buruk. Dia bisa mengubah keadaan seorang hamba yang sedang dilanda kesusahan, memudahkan segala urusannya. Selain itu, mengingat Allah SWT dengan segala macam bentuk doa juga terdapat dalam Al-Qu’an dan As-Sunnah.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingat kalian.” (QS. al-Baqarah: 152).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul seraya mengingat Allah, melainkan pasti malaikat akan menaungi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Untuk itu bersungguh-sungguhlah dalam mengingat Allah SWT dengan hati yang tulus ikhlas dan mengharap keridhoaan-Nya. Sebisa mungkin berdzikir kepada Allah dengan sepenuh hati, hingga hati tersebut akan lulu dan air mata berlinang.

2. Selalu Berdoa Kepada-Nya
Bagi muslim sejati, tidak ada tempat untuk berdoa selain kepada Allah SWT. Untuk itu mereka banyak menghabiskan waktunya beribadah kepada Allah SWT dan berdoa kepada-Nya. Mereka selalu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar mendapatkan balasan berupa surga. Ketika tidak ada kegiatan, mereka akan menghabiskan waktunya untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Bukan malah menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan yang membawa kerugian.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kalian berfirman; Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri sehingga tidak mau beribadah (berdoa) kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada suatu urusan yang lebih mulia bagi Allah daripada doa.” (HR. al-Hakim).

3. Mohon Ampunlah Kepada-Nya
Manusia adalah makhluk Allah yang tidak pernah luput dari dosa walaupun sebesar biji dzarrah. Perbuatan salah dan dosa tersebut dapat dilakukan secara sengaja dan tidak sengaja. Seorang muslim sejati akan langsung bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT karena ia tidak mau menjadi manusia yang angkuh dan penuh dosa.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Allah akan menyiksa mereka sementara kamu berada di tengah-tengah mereka, dan tidaklah Allah akan menyiksa mereka sedangkan mereka selalu beristighfar/meminta ampunan.” (QS. al-Anfal: 33).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku setiap hari meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari).

Itulah tiga amalan yang selalu dilakukan oleh muslim sejati setiap harinya. Mereka menyadari bahwa perjalanan waktu akan membawa kiita semakinn dengan dengan kematian. Amalan-amalan tersebut selain dapat menentramkan hati, juga bisa menjadi tabungan menyambut hari esok ketika sangkakala ditiupkan dan hancurnya seluruh semesta.

CERITA PENYEJUK JIWA tentang SHALAHUDDIN AL AYYUBI (Pahlawan Besar) PEMBEBAS AL-QUDS.


Senin, 16 November 2015

Dzikir dan Doa Rasullah Shalallahu alaihi wassalam pada PAGI hari



Dzikir dan Doa Rasullah Shalallahu alaihi wassalam pada PAGI hari

 1. A’udzubilahi minaSyaithonirRojim…
2Ayat kursi
Nabi Shalallahu alaihi wassalambersabda “ Barangsiapa membaca ayat ini(ayat kursi) ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan hingga sore hari dan Barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga pagi hari”
(Mustadrak AlHakim I/562,Shahih atTarghiib wat Tarhiib I/418 no.662, shahih)
 3Al ikhlas(3x), Al Falaq(3x),An naas(3x) Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa membaca tiga surat(Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka tiga surat tersebut cukup baginya dari segala sesuatu, Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan”. (HR. Abu Dawud no.5082, Tirmidzi no.3575, Ahmad V/312)
 4. Astagfirullahi wa atubu ilaihi(100x) .“Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNYA”Dari Ibnu Umar.r.a Rasullah bersabda “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Aku bertobat kepadaNYA dalam sehari seratus kali (HR.Muslim no.2075)Nabi bersabda”Barangsiapa mengucapkan ’Astagfirullahi wa atubuila ilaihi’ maka Allah mengampuni dosanya meskipun ia lari dari medan perang”
(HR.Abu Dawud no.1517, Tirmidzi no.3577,Bukhari/Fathul Baari XI/101, Muslim no.2702)
 5. Subhanallah wabi Hamdihi (100x)
“Maha Suci Allah Aku MemujiNYA”
 Rasullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wabi Hamdihi’ dalam sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa2 nya sekalipun sebanyak buih dilautan” (HR.Bukhari, Muslim no.2691)
 6Ashbahna, wa asbaha muluku lillahi walhamdulillahi, Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir. Robbi as’alukal khair mafi hadzal yaum, wa khair ma ba’dahu, wa A’udzubika min syari ma fi hadzal yaum, wa syari ma ba’dahu. Robbi A’udzubika minal Kasali wa su’il Kibar, wa A’udzubika min Adzabin fi Naar wa adzabi fil Kobr
 “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah, Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNYA. BagiNYA kerajaan dan bagiNYA segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan dihari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan kejelekan dihari tua. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari siksa Neraka dan siksa Kubur”. (HR. Muslim no.2723, Abu Dawud no. 5071, Tirmidzi no.3390 )
 7. Ashbahna ‘ala fitratil Islam, wa’ ala kalimatil Ikhlas, wa’ ala diini nabiyina Muhammad, wa’ala milati abina Ibrahim, Hanifan musliman wa ma kana minal musyrikin
 “ Diwaktu pagi kami berada diatas Fitrah agama Islam, kalimat Ikhlas, agama Nabi Muhammad SAW dan Agama ayah kami Ibrahim yang bertdiri diatas jalan yang lurus dan tidak tergolong orang yang Musyrik”. (HR.Ahmad III/406, 407)
 8. Allahuma inna nas’aluka ‘ilman Nafi’an, wa rizkan Thoyiban, wa ‘amalan Mutaqobalan.
“Ya Allah Aku memohon ilmu yang bermanfa’at, dan rizki yang halal, serta amal yang diterima”
(HR.Ahmad VI/294,305,318,322)
 9. Allahuma bika Ashbahna, wa bika amsaina, wa bika Nahya, wa bika Namut, wa ilaikan Nusyuur.
 “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu sore, dengan rahmat dan kehendakMU kami hidup, dengan rahmat dan kehendakMU kami mati, fdan KepadaMU kebangkitan (bagi semua kebangkitan)”
(HR,Bukhari dalam Aladab al Mufrad no. 1199)
 10. Sayyidul Istighfar
 Allahuma Anta robbi la ilaha ila Anta Kholaqtani, wa ana abduka, wa ana a’la Ahdika, wawa’dika mastatho’tsu, A’udzubika min syarri ma shona’tu abu’u laka bi ni’matika A’laya, wa abu’u bi dzanbi, fagfirlii, fa inahu layaghf iru dzunuba ila Anta.
 “Ya Allah, engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku, Aku adalah hambaMU, Aku akan setia pada perjanjianku denganMU semampuku, Aku berlindung dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui NikmatMu(yang diberikan)kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”

Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu pagi, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli syurga, Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu sore, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli syurga. (HR. Bukhari no.6306, 6323, AhmadIV/122-125)
 11. Allahuma A’fini fi badani, Allahuma Afini fi sam’I, Allahuma Afini fi bashari Lailaha ila Anta. Allahuma ini A’udzubika minal Kufri wal Fakri, wa A’udzubika min adzabil Kobri Lailaha ila Anta (3x)
 “Ya Allah selamatkanlah tubuhku dari penyakit, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah penglihatanku(dari maksiat), tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau, Ya Allah aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran. Aku berliundung kepadaMu dari siksa Kubur tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau” (HR,Bukhari, Al adab al Mufrad no. 701)
 12. Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi dunia wal akhirah, Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi diin wa dunia wal ahli wa maali, Allahuma astur ‘aurati wa min ra’ati Allahuma ahfadhni min baini yadayya, wa min kholfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa Audzu bi’adzomatika an ‘ughtala min tahti.
 “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam Agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku(Aibku), dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMU agar aku tidak disambar dari bawahku (dibenamkan kedalam bumi)”(HR. Bukhari no.1200, Abu Dawud no.5074)
 13. Allahuma ‘alimal ghoibi wa syahadah, Fathiras samawati wal ‘ard, Robbi kulli sya’in wa malikah, Ashadu ala ilaha ila Anta, Audzubika min syari Nafsih, wa min syarri syaithon wa syirkihi,wa an aqtarifa ‘ala nafsi suu’an aw ajurah ila muslim.
 “Ya Allah yang mengetahui yang Ghaib dan yang Nyata, Wahai Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan syetan, dan ajakannya untuk menyekutukan Allah dan aku berlindung dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslimkepadanya”
NabiSAW bersabda kepada Abu Bakar AsShidiq “ Ucapkanlah pagi dan petang dan ketika engkau hendak tidur (HR,Bukhari dalam Al-adab al Mufrad no. 1202)
 14..Bismilahiladzi la ya dhuruhu ma’asmihi syai’un, fil ardhi wala fi sama wahuwa sami’ul ‘alim (3x) 
"Dengan nama Allah yang dengan namaNYA tiada yang dapat membahayakan apapun yang ada dilangit maupun di bumi"
  Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya (HR.Tirmidzi no.3388)
 15. Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)
 “Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat.(HR.Abu Dawud no.5070)
 16.Yaa Hayyu yaa Qoyyum, bi rahmatika astaghitsu ashlihli sya’ni kullahu walatakilni ilanafsih thorfata ‘ain.
“ Wahai Rabb yang Maha Hidup, Wahai Rabb yang MahaBerdiri sendiri, dengan Rahmatmu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Engkau serahkahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata(tanpa pertolonganMU)” (HR. AnNasa’i no.575)
 17. Subhannallah wa bi hamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho Nafsihi, wa zinata Arsyhi wa midada kalimatih. (3X)
“Maha Suci Allah, Aku memujinya sebanyak bilangan MahlukNYA, dan Maha Suci Allah sesuai RidhoNYA, dan seberat timbangan ‘Arsy’NYA, MahaSuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) Kalimatnya”
Rasullah SAW bersabda”Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dariyang kamu ucapkan” (HR.Muslim no. 2726, Abu Dawud)
18.Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir (100x)
Tiada ilah yang berhak didibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNYA, BagiNYA kerajaandan bagiNYAsegala Puji. Dan DIA Mahakuasa atas segala sesuatu”
 Barangsiapa membacanya 100 X sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seorang itu dapat
mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.
(HR.Bukhari no.3293, Muslim no. 2691)