Selasa, 19 Januari 2016

Hakikat dua kalimah Syahadah

BARANG SIAPA TIDAK BERSYAHADAD MAKA GUGURLAH SEMUA/SIA SIA AMAL IBADAH SESEORANG
Hakikat dua kalimah Syahadah

أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَــــهَ إِلَّا اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh Allah.

MAKNANYA:

1. Semua umat Islam sangat maklum kedududkan Dua Kalimah Syahadat. Sebagai rukun Islam pertama dalam serentetan rukun-rukun Islam yang lima memberi isyarat betapa tinggi nilai Dua Kalimah Syahadat dalam Islam. Seseorang belum dianggap muslim / muslimat jika enggan mengucapkannya. Namun demikian, sampai dimanakah kepahaman umat Islam terhadap Dua Kalimah Syahadat ? Apakah makna perkataan Syahadat ? Apakah Rukun-Rukun Dua Kalimah Syahadat ?disini saya akan berikan sedikit pengetahuan akan makna DUA KALIMAT SYAHADAT.

2. Syahadat pertama : ( أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ) : Aku bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, disebut sebagai Syahadat Tauhid ; dan Syahadat kedua : ( ( وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ : Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh Allah, disebut sebagai Syahadat Risalah. Jika seseorang hanya mengucap Syahadat Pertama, tetapi enggan mengucap Syahadat Kedua, maka dia belum layak dikatakan muslim atau muslimat. Sebab Ahli Kitab, sama ada Yahudi atau Nasrani juga percaya bahawa Allah tuhan mereka, tetapi mereka tetap kafir kerana enggan mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang terakhir.Nah polemik sekarang sudah terbalik mengagungkan Nabi Muhammad SAW dengan hadist/dalil tetapi kafir akan TUHANnya

3. Perakataan ( شَهَادَة ) : Penyaksian, diambil daripada perkataan ( أَشْهَدُ ) : Aku bersaksi atau aku naik saksi. Terjemahan ini sudah betul maknanya, sebab (شَاهِدٌ ) maknanya saksi. Sabda Nabi SAW ( لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ ) : Tidak sah nikah kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi. Hanya saja umat Islam barangkali banyak yang masih kabur tentang “ apakah makna aku bersaksi “ yang terletak didepan ( لَاإِلَهَ إِلَّا الله ) dan ( مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله ). Dan kerana perkataan ( أَشْهَدُ ) berasal daripada bahasa Arab, maka kita hendaklah merujuk ke dalam kamus bahasa Arab, apakah makna sebenar dari perkataan ( أَشْهَدُ ) : aku bersaksi itu.

4. Menurut Dr. Abdul Karim Zaidan dalam bukunya “ Ushul Al-Da’wah “ terdapat lima makna bagi perkataan ( أَشْهَدُ ) iaitu 1. ( أَعْتَرِفُ ) : Aku I’tiraf atau aku mengakui ; 2. ( أُقِرُّ ) : Aku berikrar atau aku berjanji ; 3. ( أَعْتَقِدُ ) : Aku beri’tiqad atau aku berkeyakinan ; 4. ( أَعْلَمُ ) : Aku berilmu atau aku mengetahui ; 5. ( أُبَيِّنُ ) : Aku menyatakan dalam bentuk sikap. Jadi apabila kelima-lima maknanya kita masukkan dalam terjemahan Dua kalimah Syahadat, maka makna panjangnya ialah sebagaimana berikut :

Aku mengakui, aku berjanji, aku berkeyakinan, aku mengetahu bahawa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu pesuruh Allah, dan selanjutnya aku nyatakan dalam bentuk tindak tanduk dan perlakuanku dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupanku.

5. ( أَعْتَرِفُ ) : Aku I’tiraf atau aku mengakui ; Jika seorang dokter pakar sudah diiktiraf oleh masyarakat atau orang ramai maka biasanya kita akan akur dan patuh dengan nasihat pakar tersebut. Nasihat pakar akan dipatuhi kerana kepakarannya. Segala suruhannya akan kita lakukan dan pantang larangnya akan dijauhi. Demikianlah sikap seseorang apabila berhadapan dengan pakar. Tetapi sayangnya, mengapa umat Islam yang sudah iktiraf atau membuat pengakuan terhadap Allah dan Rasul-Nya, kita lihat masih tidak patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal Allah tidak pernah berbuat salah dan Rasul-Nya pula maksum tidak pernah tersilap. Sedangkan dokter walau bagaimanapun pakarnya, dia pasti pernah tersilap menentukan obat bagi pesakitnya.

6. ( أُقِــرُّ ) : Aku berikrar atau aku berjanji ; Di antara janji kita anak cucu Adam kepada Allah ialah tidak akan mematuhi syaitan sebab dia adalah musuh kita yang nyata. Firman Allah : Bukankah aku telah berjanji dengan kamu wahai anak cucu Adam agar kamu jangan menyembah syaitan, sesungguhnya dia bagi kau adalah musuh yang nyata. ( Yasin : 60 ). Malahan sejak alam roh lagi setiap insan telah berikrar bahawa Allah adalah Tuhan mereka. Oleh itu, bukankah setiap janji wajib ditepati ? Berapa banyak umat Islam yang telah mengucap Dua kalimah Syahadat tetapi lalai mentaati Allah dan Rasul-Nya ? Bukankah mungkir janji itu salah satu sifat orang-orang munafiq ?

7. ( أَعْتَقِدُ ) : Aku beri’tiqad atau aku berkeyakinan ; Perkataan I’tiqad sama dengan perkataan aqidah iaitu simpulan yang kokoh dan kuat. Jika simpulan tali tidak mudah dibuka atau dilerai, maka demikianlah jika sesuatu itu sudah menjadi I’tiqad atau aqidah seseorang maka ia tidak mudah goyang. Oleh itu, sampai dimanakah kesahihan keyakinan seseorang jika tidak terserlah dalam tindakan apa yang emnjadi keyakinannya ?

8. ( أَعْلَمُ ) : Aku berilmu atau mengetahui ; Antara makna saksi yang paling utama adalah ilmu atau pengetahuan. Hubungan antara saksi dengan ilmu sangat erat. Sebab seseorang pasti tidak mampu memberi sesuatu penyaksian tanpa ilmu pengetahuan. Maksudnya : Setiap orang yang sanggup untuk menjadi saksi bagi sesuatu kesaksian di depan mahkamah tentu saja mestilah mengetahui perkara yang akan dipersaksikannya. Jika dia sanggup menjadi saksi hanya untuk membela kawannya, sedangkan dia sendiri tidak tahu perkara sebenarnya, maka dia boleh digolongkan sebagai “Saksi Palsu”. Oleh itu, jika anda telah meletakkan “ Aku bersaksi “ di hadapan perkataan Allah dan Muhammad, anda perlu bertanya : Sudah sampai dimanakan ilmu anda tentang Allah dan Muhammad ? Ataukah anda lebih kenal riwayat hidup dan biodata pembesar-pembesar Negara di dunia , bintang filem atau penyanyi ?

9. ( أُبَيِّنُ ) : Aku menyatakan dalam bentuk sikap. Setelah membuat pengakuan, janji, yakin, mengetahui siapa Allah dan Rasul-Nya lalu diikuti pula dengan tingkah laku dan perlakuan seharian yang menunjukkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Suruhan-suruhan-Nya akan dilaksanakan dan larangan-larangan-Nya pula akan dihindari. Dalam hal ini, berapa banyak umat Islam yang tidak mengotakan apa-apa yang sudah mereka katakan ? Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah.

10. Itulah sebabnya para ulama Aqidah sepakat mengatakan bahawa Rukun Dua Kalimah Syahadat ada tiga. Iaitu : 1. Mengucapkannya dengan lidah ; 2. Membenarkannya dengan hati ; 3. Melaksanakannya dengan anggota. Itulah sebabnya jika Dua kalimah Syahadat hanya sudah diucapkan dengan lidah dan dibenarkan maksudnya di dalam hati tanpa ragu bahawa Allah Tuhannya dan Muhammad Rasulnya, masih belum lagi terpenuhi rukun syahadat jika dia tidak melaksanakan tuntutan Dua Kalimah Syahadat dalam kehidupannya. Berapa banyak umat Islam yang mengucap Dua kalimah Syahadat dengan fasih dan lancar serta faham pula maksudnya tetapi suruhan Allah dan Rasul tidak diperbuat malahan masih banyak yang bergelumang dengan maksiat.

Tiga Amalan Muslim Sejati Setiap Hari.

Tiga Amalan Muslim Sejati Setiap Hari.
-----------------------------------------------------------------

Di dalam Islam setiap perbuatan merupakan ibadah untuk mencari pahala apabila dikerjakan dengan hati yang tulus untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Bagi kaum muslim, mengerjakan amalan ibadah dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Hal ini karena mereka percaya bahwa waktu merupakan ladang pahala.

Untuk itu, janganlah menyia-nyiakan setiap detik waktu yang dimiliki di dunia untuk suatu hal yang merugikan diri sendiri. Lakukanlah amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada-Nya agar dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Berikut ini adalah tiga amalan yang selalu dilakukan oleh muslim sejati setiap harinya.

1. Perbanyaklah Berdzikir Kepada-Nya
Amalan pertama yang selalu dilakukan oleh muslim sejati adalah dengan berdzikir. Berdzikir adalah aktivitas umat muslim yang dilakukan untuk mengingat Allah. Dzikir kepada Allah SWT adalah ibadah yang agung, karena dengan mengingat Allah lewat dzikirnya manusia akan lebih dekat dengan Penciptanya. Selain itu, mengingat Allah SWT dengan segala maa

Allah akan senantiasa mengingat hamba yang mengingat-Nya. Sesungguhnya Allah telah menerangkan kepada manusia, bahwa dengan berdzikir kepada-Nya akan memperbaiki keadaan, sekalipun sebelumnya dalam keadaan yang buruk. Dia bisa mengubah keadaan seorang hamba yang sedang dilanda kesusahan, memudahkan segala urusannya. Selain itu, mengingat Allah SWT dengan segala macam bentuk doa juga terdapat dalam Al-Qu’an dan As-Sunnah.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingat kalian.” (QS. al-Baqarah: 152).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul seraya mengingat Allah, melainkan pasti malaikat akan menaungi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Untuk itu bersungguh-sungguhlah dalam mengingat Allah SWT dengan hati yang tulus ikhlas dan mengharap keridhoaan-Nya. Sebisa mungkin berdzikir kepada Allah dengan sepenuh hati, hingga hati tersebut akan lulu dan air mata berlinang.

2. Selalu Berdoa Kepada-Nya
Bagi muslim sejati, tidak ada tempat untuk berdoa selain kepada Allah SWT. Untuk itu mereka banyak menghabiskan waktunya beribadah kepada Allah SWT dan berdoa kepada-Nya. Mereka selalu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar mendapatkan balasan berupa surga. Ketika tidak ada kegiatan, mereka akan menghabiskan waktunya untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Bukan malah menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan yang membawa kerugian.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kalian berfirman; Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri sehingga tidak mau beribadah (berdoa) kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada suatu urusan yang lebih mulia bagi Allah daripada doa.” (HR. al-Hakim).

3. Mohon Ampunlah Kepada-Nya
Manusia adalah makhluk Allah yang tidak pernah luput dari dosa walaupun sebesar biji dzarrah. Perbuatan salah dan dosa tersebut dapat dilakukan secara sengaja dan tidak sengaja. Seorang muslim sejati akan langsung bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT karena ia tidak mau menjadi manusia yang angkuh dan penuh dosa.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Allah akan menyiksa mereka sementara kamu berada di tengah-tengah mereka, dan tidaklah Allah akan menyiksa mereka sedangkan mereka selalu beristighfar/meminta ampunan.” (QS. al-Anfal: 33).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku setiap hari meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari).

Itulah tiga amalan yang selalu dilakukan oleh muslim sejati setiap harinya. Mereka menyadari bahwa perjalanan waktu akan membawa kiita semakinn dengan dengan kematian. Amalan-amalan tersebut selain dapat menentramkan hati, juga bisa menjadi tabungan menyambut hari esok ketika sangkakala ditiupkan dan hancurnya seluruh semesta.

CERITA PENYEJUK JIWA tentang SHALAHUDDIN AL AYYUBI (Pahlawan Besar) PEMBEBAS AL-QUDS.


Senin, 16 November 2015

Dzikir dan Doa Rasullah Shalallahu alaihi wassalam pada PAGI hari



Dzikir dan Doa Rasullah Shalallahu alaihi wassalam pada PAGI hari

 1. A’udzubilahi minaSyaithonirRojim…
2Ayat kursi
Nabi Shalallahu alaihi wassalambersabda “ Barangsiapa membaca ayat ini(ayat kursi) ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan hingga sore hari dan Barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga pagi hari”
(Mustadrak AlHakim I/562,Shahih atTarghiib wat Tarhiib I/418 no.662, shahih)
 3Al ikhlas(3x), Al Falaq(3x),An naas(3x) Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa membaca tiga surat(Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka tiga surat tersebut cukup baginya dari segala sesuatu, Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan”. (HR. Abu Dawud no.5082, Tirmidzi no.3575, Ahmad V/312)
 4. Astagfirullahi wa atubu ilaihi(100x) .“Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNYA”Dari Ibnu Umar.r.a Rasullah bersabda “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Aku bertobat kepadaNYA dalam sehari seratus kali (HR.Muslim no.2075)Nabi bersabda”Barangsiapa mengucapkan ’Astagfirullahi wa atubuila ilaihi’ maka Allah mengampuni dosanya meskipun ia lari dari medan perang”
(HR.Abu Dawud no.1517, Tirmidzi no.3577,Bukhari/Fathul Baari XI/101, Muslim no.2702)
 5. Subhanallah wabi Hamdihi (100x)
“Maha Suci Allah Aku MemujiNYA”
 Rasullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wabi Hamdihi’ dalam sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa2 nya sekalipun sebanyak buih dilautan” (HR.Bukhari, Muslim no.2691)
 6Ashbahna, wa asbaha muluku lillahi walhamdulillahi, Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir. Robbi as’alukal khair mafi hadzal yaum, wa khair ma ba’dahu, wa A’udzubika min syari ma fi hadzal yaum, wa syari ma ba’dahu. Robbi A’udzubika minal Kasali wa su’il Kibar, wa A’udzubika min Adzabin fi Naar wa adzabi fil Kobr
 “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah, Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNYA. BagiNYA kerajaan dan bagiNYA segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan dihari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan kejelekan dihari tua. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari siksa Neraka dan siksa Kubur”. (HR. Muslim no.2723, Abu Dawud no. 5071, Tirmidzi no.3390 )
 7. Ashbahna ‘ala fitratil Islam, wa’ ala kalimatil Ikhlas, wa’ ala diini nabiyina Muhammad, wa’ala milati abina Ibrahim, Hanifan musliman wa ma kana minal musyrikin
 “ Diwaktu pagi kami berada diatas Fitrah agama Islam, kalimat Ikhlas, agama Nabi Muhammad SAW dan Agama ayah kami Ibrahim yang bertdiri diatas jalan yang lurus dan tidak tergolong orang yang Musyrik”. (HR.Ahmad III/406, 407)
 8. Allahuma inna nas’aluka ‘ilman Nafi’an, wa rizkan Thoyiban, wa ‘amalan Mutaqobalan.
“Ya Allah Aku memohon ilmu yang bermanfa’at, dan rizki yang halal, serta amal yang diterima”
(HR.Ahmad VI/294,305,318,322)
 9. Allahuma bika Ashbahna, wa bika amsaina, wa bika Nahya, wa bika Namut, wa ilaikan Nusyuur.
 “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu sore, dengan rahmat dan kehendakMU kami hidup, dengan rahmat dan kehendakMU kami mati, fdan KepadaMU kebangkitan (bagi semua kebangkitan)”
(HR,Bukhari dalam Aladab al Mufrad no. 1199)
 10. Sayyidul Istighfar
 Allahuma Anta robbi la ilaha ila Anta Kholaqtani, wa ana abduka, wa ana a’la Ahdika, wawa’dika mastatho’tsu, A’udzubika min syarri ma shona’tu abu’u laka bi ni’matika A’laya, wa abu’u bi dzanbi, fagfirlii, fa inahu layaghf iru dzunuba ila Anta.
 “Ya Allah, engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku, Aku adalah hambaMU, Aku akan setia pada perjanjianku denganMU semampuku, Aku berlindung dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui NikmatMu(yang diberikan)kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”

Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu pagi, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli syurga, Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu sore, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli syurga. (HR. Bukhari no.6306, 6323, AhmadIV/122-125)
 11. Allahuma A’fini fi badani, Allahuma Afini fi sam’I, Allahuma Afini fi bashari Lailaha ila Anta. Allahuma ini A’udzubika minal Kufri wal Fakri, wa A’udzubika min adzabil Kobri Lailaha ila Anta (3x)
 “Ya Allah selamatkanlah tubuhku dari penyakit, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah penglihatanku(dari maksiat), tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau, Ya Allah aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran. Aku berliundung kepadaMu dari siksa Kubur tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau” (HR,Bukhari, Al adab al Mufrad no. 701)
 12. Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi dunia wal akhirah, Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi diin wa dunia wal ahli wa maali, Allahuma astur ‘aurati wa min ra’ati Allahuma ahfadhni min baini yadayya, wa min kholfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa Audzu bi’adzomatika an ‘ughtala min tahti.
 “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam Agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku(Aibku), dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMU agar aku tidak disambar dari bawahku (dibenamkan kedalam bumi)”(HR. Bukhari no.1200, Abu Dawud no.5074)
 13. Allahuma ‘alimal ghoibi wa syahadah, Fathiras samawati wal ‘ard, Robbi kulli sya’in wa malikah, Ashadu ala ilaha ila Anta, Audzubika min syari Nafsih, wa min syarri syaithon wa syirkihi,wa an aqtarifa ‘ala nafsi suu’an aw ajurah ila muslim.
 “Ya Allah yang mengetahui yang Ghaib dan yang Nyata, Wahai Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan syetan, dan ajakannya untuk menyekutukan Allah dan aku berlindung dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslimkepadanya”
NabiSAW bersabda kepada Abu Bakar AsShidiq “ Ucapkanlah pagi dan petang dan ketika engkau hendak tidur (HR,Bukhari dalam Al-adab al Mufrad no. 1202)
 14..Bismilahiladzi la ya dhuruhu ma’asmihi syai’un, fil ardhi wala fi sama wahuwa sami’ul ‘alim (3x) 
"Dengan nama Allah yang dengan namaNYA tiada yang dapat membahayakan apapun yang ada dilangit maupun di bumi"
  Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya (HR.Tirmidzi no.3388)
 15. Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)
 “Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat.(HR.Abu Dawud no.5070)
 16.Yaa Hayyu yaa Qoyyum, bi rahmatika astaghitsu ashlihli sya’ni kullahu walatakilni ilanafsih thorfata ‘ain.
“ Wahai Rabb yang Maha Hidup, Wahai Rabb yang MahaBerdiri sendiri, dengan Rahmatmu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Engkau serahkahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata(tanpa pertolonganMU)” (HR. AnNasa’i no.575)
 17. Subhannallah wa bi hamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho Nafsihi, wa zinata Arsyhi wa midada kalimatih. (3X)
“Maha Suci Allah, Aku memujinya sebanyak bilangan MahlukNYA, dan Maha Suci Allah sesuai RidhoNYA, dan seberat timbangan ‘Arsy’NYA, MahaSuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) Kalimatnya”
Rasullah SAW bersabda”Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dariyang kamu ucapkan” (HR.Muslim no. 2726, Abu Dawud)
18.Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir (100x)
Tiada ilah yang berhak didibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNYA, BagiNYA kerajaandan bagiNYAsegala Puji. Dan DIA Mahakuasa atas segala sesuatu”
 Barangsiapa membacanya 100 X sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seorang itu dapat
mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.
(HR.Bukhari no.3293, Muslim no. 2691)

Jumat, 28 Agustus 2015

Ada Tiga perkara

 
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Ada Tiga perkara yg membinasakan, Tiga perkara yg menyelamatkan, Tiga perkara yg Menghapus dosa Dan Tiga perkara yg meninggikan derajat.
»Adapun Tiga perkara yg membinasakan: 
1. ditaati Kekikiran yg 
2. Hawa Nafsu yg dituruti 
3. Kekaguman Seseorang Terhadap Dirinya. 
 
 »Tiga perkara yg menyelamatkan: 
1. Berbuat adil ketika marah maupun Senang 
2. Sederhana ketika Miskin maupun kaya 
3. Takut Kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian. 
 
»Tiga perkara yg Menghapus dosa: 
1. Menunggu sholat Sampai sholat berikutnya 
2. Menyempurnakan wudhu hearts keadaan Dingin 
3. Berjalan Menuju sholat jama'ah. 
 
»Tiga perkara yg Mengangkat derajat: 
1. Memberi Makan 
2. Menyebarkan salam 
3. Sholat di Waktu Malam, ketika Manusia sedang Tidur. 
 

" {HR. Ath-Thabarani Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma, Shahihul Jami ': 3045}

Kamis, 27 Agustus 2015

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

Al Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup manusia terutama untuk seorang mukmin. Di dalam ayat-ayat Al Quran tersimpan rahasia-rahasia hidup yang perlu kita pelajari. Ayat-ayat Al Quran memiliki bahasa tingkat tinggi sehingga perlu ilmu untuk dapat memahaminya secara utuh dan menyeluruh.

Alhamdulillah, Allah karuniakan kepada kita semua para ahli tafsir dan hadits yang dapat menjabarkan dengan utuh dan menyeluruh dari ayat-ayat Al Quran. Di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang membahas tentang rezeki dan cara mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Berikut 7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan yang telah disusun oleh Quran Cordoba :

1. Quran Surat Ar-Ra’d:11

Allah SWT berfirman :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١
“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)

Tafsir Surat Ar-Ra’d ayat 11 ini sebagai berikut :
Allah tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka. Ada pula yang menafsirkan, bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat yang diberikan-Nya, sampai mereka mengubah keadaan diri mereka, seperti dari iman kepada kekafiran, dari taat kepada maksiat dan dari syukur kepada kufur. Demikian pula apabila hamba mengubah keadaan diri mereka dari maksiat kepada taat, maka Allah akan mengubah keadaanya dari sengsara kepada kebahagiaan.
Dengan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik maka Allah SWT akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Merubah diri yang tadinya kufur menjadi taat adalah pondasi awal untuk meraih rezeki. Dengan adanya niat dan usaha untuk merubah diri, pasti Allah SWT akan memudahkan kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.
2. Quran Surat Al-Baqarah:216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. ” (Q.S. Al-Baqarah:216)
Seseorang yang mendapatkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan pasti akan kecewa. Padahal kita tidak tahu apakah sesuatu itu sebenarnya baik atau buruk bagi kita. Berbaiksangkalah kepada Allah SWT karena hanya Dia lah yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 216 di atas bahwa kita tidak boleh membenci sesuatu hal, bisa jadi Allah sedang memberikan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi.
Jika kita mengamalkan ayat ini dalam berusaha, insyaallah kita tidak mudah putus asa dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Segala hasil yang kita dapatkan akan disyukuri dengan sepenuh hati sembari bersabar dan berharap yang terbaik pasti datang dari Allah SWT.
3. Quran Surat Al-Baqarah: 286

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Jelas dalam ayat diatas bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Yakinlah jika kita berpikir tidak sanggup,maka itu hanya anggapan kita saja. Kita pasti sanggup apabila menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup untuk berusaha dan menjadi kaya.
Dengan mengamalkan ayat ini, seseorang yang berusaha dengan sungguh-sungguh selalu mempunyai pikiran positif bahwa apa yang menjadi bebannya adalah beban yang sesuai dengan kesanggupannya. Dengan semangat ini segala macam urusan dan beban akan terasa ringan dan mudah untuk melaluinya.
4. Quran Surat Al-Insyirah: 5 – 6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)
“5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. 6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan“.
Tafsir surat Al-Insyirah ayat 5-6 :
Ini merupakan kabar gembira untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa setiap kali Beliau mendapatkan kesulitan, maka Beliau akan mendapatkan kemudahan setelahnya, dan bahwa betapa pun besar kesusahan yang Beliau alami, maka setelahnya Beliau akan merasakan kemudahan. Oleh karena itu, sebelumnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesulitan dan penderitaan dari orang-orang kafir, selanjutnya Beliau mendapatkan kemudahan dengan diberi-Nya kemenangan atas mereka.
Dengan mengamalkan kedua ayat diatas kita yakin bahwa sesuatu itu diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Begitu juga dengan kesulitan yang berpasangan dengan kemudahan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dengan sabar dan penuh harapan Allah SWT sesuai dengan ayat diatas pasti akan mendatangkan kemudahan. Setiap usaha yang ditempuh dengan penuh sabar dan harap pasti akan membuahkan hasil.
Seseorang yang menghindari kesulitan dia tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika kita berharap sesorang yang mengatasi kesulitan,maka orang lain lah yang mendapatkan kemudahan. Kita tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan. Perhatikan ayat ke-6, ada kata “sesungguhnya”, artinya sebuah penguatan atau penegasan akan kalimat sebelumnya.
5. Quran Surat Ath-Thalaq: 2-3



فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣
” 2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. 3. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Dalam ayat ke 2 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan membukakan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Tafsir ayat ini adalah sebagai berikut :

Maka orang yang bertakwa kepada Allah dan mengutamakan keridhaan Allah dalam semua keadaannya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan membalasnya di dunia dan akhirat. Di antara sekian balasannya adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan kesempitan. Sebagaimana orang yang bertakwa kepada Allah, akan dibukakan jalan keluar baginya, maka orang yang tidak bertakwa kepada Allah, akan terjatuh ke dalam kesempitan, beban dan belenggu yang sulit keluar dan lolos darinya. Digunakan talak sebagai contohnya, karena jika seorang tidak bertakwa kepada Allah dalam masalah talak, misalnya ia menjatuhkan talak dengan cara yang diharamkan seperti langsung tiga kali, maka ia tentu akan menyesal dengan penyesalan yang tidak mungkin dapat dikejar lagi.
Sedangkan dalam ayat ke 3 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan mencukupkan keperluannya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertawakkal.
Kedua ayat ini memiliki perintah dari Allah SWT yaitu bertakwa dan bertawakkal. Dengan mengamalkan perintah pada ayat ini insyaallah kita tidak takut lagi akan kehabisan harta dan tidak takut lagi menghadapi kesulitan. Sesuai dengan janji Allah pada ayat diatas rezeki akan dicukupkan dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan serta masalah yang sedang kita hadapi.

Minggu, 23 Agustus 2015

Add caption
,, Assalamu'alaikum  warahmatullohi wabarakaatuh,,,
,,,,,,,,,,, TIPS CUCI GINJAL ALAMIAH ,,,,,,,,,,

Mari kita bagikan informasi ini, agar bisa memberi manfa'at untuk sahabat kita yang lain, terutama bagi sahabat kita yang ketergantungan mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas.

Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa menyampaikan satu ilmu, orang lain membaca dan mengamalkanya, maka sedekah jariyah baginya, yang pahalanya akan terus mengalir walaupun ia sudah tiada.

=================================

Selama bertahun-tahun Ginjal kita menyaring darah dengan cara membuang : Garam, Racun dan zat-zat lain yg tidak diinginkan memasuki tubuh kita.

Seiring berjalannya waktu, terjadi akumulasi garam dan memerlukan perawatan dan pembersihan secara rutin dan berkala, minimal sebulan sekali.

Berikut TIPS CUCI GINJAL kitasecara murah dan alami. Biaya kurang Dari Rp.10.000,


CARANYA SANGAT MUDAH sebagai berikut :
=============================

1. Beli seikat daun Seledri.

2. *Cucilah sampai bersih, lalu potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam panci.

3. *Tuangkan air bersih, kira-kira 1 liter, didihkan selama 10 menit dan biarkan hingga dingin.

4. Saring & tuangkan kedalam botol yg bersih lalu simpan di dalam kulkas hingga dingin.
Minum satu gelas setiap hari & Anda akan melihat semua endapan garam & racun lain yg keluar dari ginjal Anda sewaktu buang air kecil.
Anda juga akan melihat perbeda'an yang tidak pernah anda rasakan sebelumnya.

SELEDRI dikenal sebagai obat ALAMI terbaik utk mencuci ginjal dan tidak ada efek sampingnya.


SAYANGI GINJAL ANDA ..!!!
Kalau terjadi gangguan pada ginjal, jangan buru
buru cuci darah !!!


TIPS UNTUK MENGATASINYA :
===========================

Biji alpokat diiris kecil-kecil lalu jemur sampai kering (seperti kerupuk ). Lalu di giling sampai halus, ambil serbuknya, lalu buat seperti kita buat kopi atau teh.

Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari. Minumlah sampai kembali normal.
Tidak ada efek samping.


PANTANGAN yang harus dihindari :
===============================

> Setelah makan semangka jangan langsung minum susu.

> Setelah makan manggis jangan langsung minum gula.

> Setelah makan durian jangan langsung minum bir dan coca cola bisa stroke.

> Setelah makan buah pear jangan langsung minum madu karena bisa mati keracunan..!

> Setelah makan udang jangan langsung minum vit C, krn vit C + udang = keracunan arsen (terjadi reaksi arsen dlm udang dan vit C)

> Madu + bawang merah = merusak mata.

> Madu + tahu = merusak pendengar-an.

> Madu + susu kedelai = mengganggu pencernaan & pendengaran.

> Madu + teh = mengganggu pencer-naan.

> Madu + kepiting = keracunan.

> Madu + pear = merusak 5 organ penting / mati.

> Jangan minum jeruk atau jus jeruk sa'at makan sea food.. bisa jadi calcium sitrat....tidak bagus untuk ginjal anda...

,,,,,, SELAMAT MENCOBA ..!!! ,,,,,,,,,,,

,,,,,,, SEMOGA BERMANFA'AT ,,,,,,,,,,


Sumber : Prof. Dr. Ir Budi Indarto