1 Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?(QS. 105:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fiil 1
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (1)
Dalam surah ini Allah SWT mengingatkan kepada Rasul-Nya dan pengikutnya dengan suatu peristiwa yang menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah yaitu dengan peristiwa penyerbuan tentara gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Habasyah untuk menundukkan penduduk Mekah dan meruntuhkan Kakbah. Tetapi Allah membinasakan mereka sebelum tercapai maksud mereka, melaksanakan rencana mereka yang jahat itu.
Peristiwa Gajah adalah suatu peristiwa yang paling terkenal di kalangan bangsa Arab, sehingga peristiwa ini mereka jadikan patokan tanggal bagi peristiwa-peristiwa lainnya.
Kesimpulan riwayatnya adalah bahwa seorang panglima perang yang berkuasa di Yaman ingin menguasai Kakbah dan menghancurkannya, dengan maksud melarang orang-orang Arab mengerjakan haji ke Kakbah. Bergeraklah bala tentaranya menuju Kakbah disertai beberapa ekor gajah untuk memperhebat dan menakut-nakutkan. Ketika iring-iringan angkatan perang tersebut tiba di suatu tempat bernama "Mugammas" (suatu tempat yang berdekatan dengan Mekah) mereka beristirahat di sana. Panglima perang mengirim utusannya kepada penduduk Mekah untuk menyampaikan maksudnya, yaitu bukan untuk memerangi penduduk tetapi untuk menghancurkan Kakbah. Penduduk Mekah menjadi ketakutan dan lari ke gunung-gunung di sekeliling Kakbah untuk melihat dari jauh apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan oleh Panglima perang tersebut.
Pada hari kedua tersebarlah wabah cacar yang paling hebat di kalangan tentara gajah itu. `Ikrimah berkata: "Ini adalah kali pertama timbul wabah cacar dan tampak di negara Arab. Wabah tersebut sangat hebatnya menyebabkan daging mereka berjatuhan berkeping-keping, yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Melihat kejadian itu timbullah ketakutan di kalangan bala tentara gajah lalu mereka melarikan diri, sedangkan panglima mereka sambil lari dagingnya berjatuhan dan menemui ajalnya di kota San'a.
Dalam surah ini pula Allah menjelaskan apa yang terjadi terhadap tentara gajah dalam bentuk pertanyaan, yaitu "Tidakkah engkau mengetahui keadaan yang sangat aneh dan peristiwa yang sangat dahsyat yang membuktikan kekuasaan Allah, ilmu dan hikmah-Nya yang tinggi terhadap tentara gajah yang ingin menghancurkan Kakbah?".
Kejadian itu berbeda dengan kejadian lainnya yang mempunyai sebab dan akibat.
2 Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah) itu sia-sia?,(QS. 105:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fiil 2
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (2)
Kemudian dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Ia telah menggagalkan tipu muslihat mereka yang hendak menghancurkan Kakbah.
3 Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,(QS. 105:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fiil 3 - 4
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu Ia mengirimkan pasukan burung ababil yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana.
4 Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,(QS. 105:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fiil 3 - 4
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu Ia mengirimkan pasukan burung ababil yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana.
5 lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).(QS. 105:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fiil 5
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (5)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan kehancuran tentara gajah, yang dijadikan Allah laksana daun-daun yang dimakan ulat.
"Al Islam adalah agama Allah yang diperintahkan mempelajari aqidah dan syariatnya kepada Nabi Muhammad dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia, serta mengajak mereka untuk menganutnya. "Aqidah artinya sesuatu yang menjadi pengikat hati dan batin manusia. "Syari'at adalah undang-undang yang diturunkan Allah yang mengatur hubungan Allah dengan manusia, mengatur hubungan sesama muslim,dgn manusia lainnya, dgn kehidupan dan alam semesta.
Senin, 11 Juli 2011
Tafsir Surat : AL-HUMAZAH
1 Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,(QS. 104:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 1
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1)
'Ata dan Al Kalbi berkata: "Surah ini diturunkan berkenaan dengan Akhnas bin Syuraiq. Ia senang mengejek-ejek orang dan mencaci mereka, lebih-lebih mencaci Nabi Muhammad SAW",
Maqatil berkata: "Surah ini turun berkenaan dengan Al Walid bin Al Mugirah. Ia mencela Nabi Muhammad SAW., di belakang beliau dan membantah bila berhadapan dengan beliau".
Muhammad bin Ishaq, penulis sejarah nabawiyyah berkata: "Senantiasa kita dengar bahwa surah ini turun berkenaan dengan Umayyah bin Khalaf".
Dalam ayat ini Allah mengancam bahwa kemurkaan dan azan-Nya akan ditimpakan kepada setiap orang yang mengumpat, mencela dan menyakiti mereka baik dihadapan maupun di belakang mereka.
2 Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,(QS. 104:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 2
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2)
Dalam ayat ini Ia menyatakan sebab kecelakaan dan kebinasaan mereka yaitu karena mereka memperkaya diri sendiri serta selalu menghitung-hitung harta kekayaannya itu karena sangat cinta dan senangnya kepada harta seakan-akan tidak ada kebahagiaan dan kemulyaan dalam hidup kecuali karena harta. Bila ia menoleh kepada hartanya yang banyak itu ia merasakan bahwa kedudukannya sudah tinggi dari orang-orang sekelilingnya.
Dia tidak merasa khawatir akan ditimpa musibah karena ia mencerca dan merobek-robek kehormatan orang lain. Karena kecongkakannya ia lupa dan tidak sadar bahwa maut selalu mengintainya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi sesudah mati dan tidak pula merenungkan apa-apa yang akan terjadi atas dirinya.
3 Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,(QS. 104:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 3
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (3)
Kemudian dalam ayat ini Allah menyatakan salahnya sangkaan pengumpat dan pencerca, bahwa harta yang dimilikinya itu menjamin akan tetap hidup di dunia selamanya. Oleh karena itu tindakan-tindakannya sama dengan tindakan orang yang akan hidup selama-lamanya dan bila ia mati tidak akan hidup kembali untuk menerima balasan atas amal kejahatannya selama hidup di dunia.
4 sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan dalam Huthamah.(QS. 104:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 4
كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (4)
Sesudah mengancam orang-orang yang bersifat demikian dengan siksa-Nya yang pedih. Ia menyebutkan pula sebab yang membuat mereka mengerjakan sifat-sifat yang terkutuk itu yaitu mereka mengira bahwa semua harta mereka itu dapat menolong mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Ancaman dalam bentuk pertanyaan: "Siapakah yang menyangka bahwa hartanya itu dapat menjamin dirinya dari mati?". Allah menjawab: "Tidak sekali-kali tidak bahkan dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah, tidak ada yang memperhatikannya dan tidak pula yang memperdulikan".
Ali R.A. pernah memberikan nasihat yang berbunyi: "Wahai Kumail, binasalah orang-orang penimbun harta, padahal mereka masih hidup, sedang para ulama akan kekal abadi meskipun jasad mereka sudah hilang namun sifat-sifat keutamaan mereka tetap dikenang dalam hati".
Maksudnya, penimbunan harta dikutuk, dicela dan dibenci karena manusia tidak mendapat apa-apa dari harta mereka. Sedang para sarjana dan ulama terus menerus terpuji selama terdapat di bumi orang-orang yang mengambil manfaat diri ilmu mereka.
5 Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?(QS. 104:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 5 - 6
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6)
Dalam ayat-ayat ini Allah menggambarkan betapa dahsyatnya neraka Hutamah dalam bentuk pertanyaan: "Tahukah engkau apa Hutamah?". Allah menjawab;" Hutamah yaitu api yang disediakan Allah untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya.
6 (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,(QS. 104:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 5 - 6
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6)
Dalam ayat-ayat ini Allah menggambarkan betapa dahsyatnya neraka Hutamah dalam bentuk pertanyaan: "Tahukah engkau apa Hutamah?". Allah menjawab;" Hutamah yaitu api yang disediakan Allah untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya.
7 Yang (naik) sampai hati.(QS. 104:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 7
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (7)
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa api yang menyala-nyala itu berbeda dengan api dunia. Ia menjilat dan naik sampai ke hulu hati. Ia masuk ke dalam rongga perut sampai ke dada dan membakar hati. Hati adalah yang paling merasa sakit dari anggota-anggota badan lainnya, maka apabila api sampai membakar hati berarti siksa yang dirasakannya itu sudah sampai ke puncaknya.
8 Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,(QS. 104:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 8
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (8)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa api tersebut berlapis-lapis mengelilingi mereka. Mereka tidak dikeluarkan dari padanya dan tidak pula mampu keluar sendiri. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya, Allah berfirman:
كلما أراد أن يخرجوا منها من غم أعيدوا فيها
Artinya:
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya.
Q.S (Al Hajj): 22.
9 (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.(QS. 104:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 9
فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (9)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan orang-orang penghuni neraka Hutamah, yaitu yang dipahami dari kata "Muqatil" bahwa pintu-pintu neraka itu ditutup rapat, sedang mereka diikat pada tiang tiang besi, tidak pernah pintu-pintu itu dibuka dan di sana penuh dengan segala macam penderitaan.
Tujuannya adalah untuk menjadikan mereka putus-asa untuk dapat keluar dari neraka Hutamah itu.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari kemurkaan-Nya dan memelihara kita dari kedahsyatan api neraka itu dengan fa'al dan karunia-Nya. Amin.
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 1
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1)
'Ata dan Al Kalbi berkata: "Surah ini diturunkan berkenaan dengan Akhnas bin Syuraiq. Ia senang mengejek-ejek orang dan mencaci mereka, lebih-lebih mencaci Nabi Muhammad SAW",
Maqatil berkata: "Surah ini turun berkenaan dengan Al Walid bin Al Mugirah. Ia mencela Nabi Muhammad SAW., di belakang beliau dan membantah bila berhadapan dengan beliau".
Muhammad bin Ishaq, penulis sejarah nabawiyyah berkata: "Senantiasa kita dengar bahwa surah ini turun berkenaan dengan Umayyah bin Khalaf".
Dalam ayat ini Allah mengancam bahwa kemurkaan dan azan-Nya akan ditimpakan kepada setiap orang yang mengumpat, mencela dan menyakiti mereka baik dihadapan maupun di belakang mereka.
2 Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,(QS. 104:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 2
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2)
Dalam ayat ini Ia menyatakan sebab kecelakaan dan kebinasaan mereka yaitu karena mereka memperkaya diri sendiri serta selalu menghitung-hitung harta kekayaannya itu karena sangat cinta dan senangnya kepada harta seakan-akan tidak ada kebahagiaan dan kemulyaan dalam hidup kecuali karena harta. Bila ia menoleh kepada hartanya yang banyak itu ia merasakan bahwa kedudukannya sudah tinggi dari orang-orang sekelilingnya.
Dia tidak merasa khawatir akan ditimpa musibah karena ia mencerca dan merobek-robek kehormatan orang lain. Karena kecongkakannya ia lupa dan tidak sadar bahwa maut selalu mengintainya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi sesudah mati dan tidak pula merenungkan apa-apa yang akan terjadi atas dirinya.
3 Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,(QS. 104:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 3
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (3)
Kemudian dalam ayat ini Allah menyatakan salahnya sangkaan pengumpat dan pencerca, bahwa harta yang dimilikinya itu menjamin akan tetap hidup di dunia selamanya. Oleh karena itu tindakan-tindakannya sama dengan tindakan orang yang akan hidup selama-lamanya dan bila ia mati tidak akan hidup kembali untuk menerima balasan atas amal kejahatannya selama hidup di dunia.
4 sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan dalam Huthamah.(QS. 104:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 4
كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (4)
Sesudah mengancam orang-orang yang bersifat demikian dengan siksa-Nya yang pedih. Ia menyebutkan pula sebab yang membuat mereka mengerjakan sifat-sifat yang terkutuk itu yaitu mereka mengira bahwa semua harta mereka itu dapat menolong mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Ancaman dalam bentuk pertanyaan: "Siapakah yang menyangka bahwa hartanya itu dapat menjamin dirinya dari mati?". Allah menjawab: "Tidak sekali-kali tidak bahkan dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah, tidak ada yang memperhatikannya dan tidak pula yang memperdulikan".
Ali R.A. pernah memberikan nasihat yang berbunyi: "Wahai Kumail, binasalah orang-orang penimbun harta, padahal mereka masih hidup, sedang para ulama akan kekal abadi meskipun jasad mereka sudah hilang namun sifat-sifat keutamaan mereka tetap dikenang dalam hati".
Maksudnya, penimbunan harta dikutuk, dicela dan dibenci karena manusia tidak mendapat apa-apa dari harta mereka. Sedang para sarjana dan ulama terus menerus terpuji selama terdapat di bumi orang-orang yang mengambil manfaat diri ilmu mereka.
5 Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?(QS. 104:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 5 - 6
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6)
Dalam ayat-ayat ini Allah menggambarkan betapa dahsyatnya neraka Hutamah dalam bentuk pertanyaan: "Tahukah engkau apa Hutamah?". Allah menjawab;" Hutamah yaitu api yang disediakan Allah untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya.
6 (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,(QS. 104:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 5 - 6
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6)
Dalam ayat-ayat ini Allah menggambarkan betapa dahsyatnya neraka Hutamah dalam bentuk pertanyaan: "Tahukah engkau apa Hutamah?". Allah menjawab;" Hutamah yaitu api yang disediakan Allah untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya.
7 Yang (naik) sampai hati.(QS. 104:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 7
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (7)
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa api yang menyala-nyala itu berbeda dengan api dunia. Ia menjilat dan naik sampai ke hulu hati. Ia masuk ke dalam rongga perut sampai ke dada dan membakar hati. Hati adalah yang paling merasa sakit dari anggota-anggota badan lainnya, maka apabila api sampai membakar hati berarti siksa yang dirasakannya itu sudah sampai ke puncaknya.
8 Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,(QS. 104:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 8
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (8)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa api tersebut berlapis-lapis mengelilingi mereka. Mereka tidak dikeluarkan dari padanya dan tidak pula mampu keluar sendiri. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya, Allah berfirman:
كلما أراد أن يخرجوا منها من غم أعيدوا فيها
Artinya:
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya.
Q.S (Al Hajj): 22.
9 (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.(QS. 104:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Humazah 9
فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (9)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan orang-orang penghuni neraka Hutamah, yaitu yang dipahami dari kata "Muqatil" bahwa pintu-pintu neraka itu ditutup rapat, sedang mereka diikat pada tiang tiang besi, tidak pernah pintu-pintu itu dibuka dan di sana penuh dengan segala macam penderitaan.
Tujuannya adalah untuk menjadikan mereka putus-asa untuk dapat keluar dari neraka Hutamah itu.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari kemurkaan-Nya dan memelihara kita dari kedahsyatan api neraka itu dengan fa'al dan karunia-Nya. Amin.
Tafsir Surat : AL-ASHAR
1 Demi masa.(QS. 103:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 1
وَالْعَصْرِ (1)
Dalam ayat ini Allah SWT bersumpah dengan masa yang terjadi di dalamnya bermacam-macam kejadian dan pengalaman yang menjadi bukti atas kekuasaan Allah yang mutlak, hikmah-Nya yang tinggi dan Ilmu-Nya yang sangat luas. Perubahan-perubahan besar yang terjadi pada masa itu sendiri, seperti pergantian siang dengan malam yang terus-menerus, habisnya umur manusia dan sebagainya merupakan tanda ke-Agungan Allah SWT.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya, Allah berfirman:
ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر
Artinya:
Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. (Q.S. Fussilat: 37)
Apa yang dialami manusia dalam masa itu dari senang dan susah, miskin dan kaya, senggang dan sibuk, suka dan duka dan lain-lain yang menunjukkan secara gamblang bahwa bagi alam semesta ini ada pencipta dan pengaturnya. Dialah Tuhan yang harus disembah dan hanya kepada-Nya kita memohon untuk menolak bahaya dan menarik manfaat, sedangkan orang-orang kafir menghubungkan peristiwa-peristiwa tersebut hanya kepada suatu masa saja, sehingga mereka berkata, bila ditimpa oleh sesuatu bencana bahwa ini hanya kemauan alam saja. Tetapi Allah menjelaskan bahwa masa itu adalah salah satu makhluk-Nya dan di dalamnya terjadi bermacam-macam kejadian, kejahatan dan kebaikan. Bila seseorang ditimpa musibah adalah karena akibat tindakannya, masa tidak campur tangan dengan terjadinya musibah itu.
2 Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,(QS. 103:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia sebagai makhluk Allah sungguh secara keseluruhan berada dalam kerugian. Perbuatan buruk manusia adalah merupakan sumber kecelakaannya yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan, bukan masanya atau tempat. Dosa seseorang terhadap Tuhannya yang memberi nikmat tak terkira kepadanya adalah suatu pelanggaran yang tak ada bandingannya sehingga merugikan dirinya.
3 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.(QS. 103:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 3
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan agar manusia tidak merugi hidupnya ia harus beriman kepada Allah, melaksanakan ibadat sebagaimana yang diperintahkannya, berbuat baik untuk dirinya sendiri dan berusaha menimbulkan manfaat kepada orang lain.
Di samping beriman dan beramal saleh mereka saling nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan saling nasihat-menasihati pula supaya tetap berlaku sabar, menjauhi perbuatan maksiat yang Setiap orang cenderung kepadanya, karena dorongan hawa nafsunya.
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 1
وَالْعَصْرِ (1)
Dalam ayat ini Allah SWT bersumpah dengan masa yang terjadi di dalamnya bermacam-macam kejadian dan pengalaman yang menjadi bukti atas kekuasaan Allah yang mutlak, hikmah-Nya yang tinggi dan Ilmu-Nya yang sangat luas. Perubahan-perubahan besar yang terjadi pada masa itu sendiri, seperti pergantian siang dengan malam yang terus-menerus, habisnya umur manusia dan sebagainya merupakan tanda ke-Agungan Allah SWT.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya, Allah berfirman:
ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر
Artinya:
Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. (Q.S. Fussilat: 37)
Apa yang dialami manusia dalam masa itu dari senang dan susah, miskin dan kaya, senggang dan sibuk, suka dan duka dan lain-lain yang menunjukkan secara gamblang bahwa bagi alam semesta ini ada pencipta dan pengaturnya. Dialah Tuhan yang harus disembah dan hanya kepada-Nya kita memohon untuk menolak bahaya dan menarik manfaat, sedangkan orang-orang kafir menghubungkan peristiwa-peristiwa tersebut hanya kepada suatu masa saja, sehingga mereka berkata, bila ditimpa oleh sesuatu bencana bahwa ini hanya kemauan alam saja. Tetapi Allah menjelaskan bahwa masa itu adalah salah satu makhluk-Nya dan di dalamnya terjadi bermacam-macam kejadian, kejahatan dan kebaikan. Bila seseorang ditimpa musibah adalah karena akibat tindakannya, masa tidak campur tangan dengan terjadinya musibah itu.
2 Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,(QS. 103:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia sebagai makhluk Allah sungguh secara keseluruhan berada dalam kerugian. Perbuatan buruk manusia adalah merupakan sumber kecelakaannya yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan, bukan masanya atau tempat. Dosa seseorang terhadap Tuhannya yang memberi nikmat tak terkira kepadanya adalah suatu pelanggaran yang tak ada bandingannya sehingga merugikan dirinya.
3 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.(QS. 103:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ashr 3
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan agar manusia tidak merugi hidupnya ia harus beriman kepada Allah, melaksanakan ibadat sebagaimana yang diperintahkannya, berbuat baik untuk dirinya sendiri dan berusaha menimbulkan manfaat kepada orang lain.
Di samping beriman dan beramal saleh mereka saling nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan saling nasihat-menasihati pula supaya tetap berlaku sabar, menjauhi perbuatan maksiat yang Setiap orang cenderung kepadanya, karena dorongan hawa nafsunya.
Tafsir Surat : AT-TAKAATSUR
1 Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,(QS. 102:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 1
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1)
Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Abu Hurairah, ia berkata, "Al Hakumut Takasur turun karena ada kaitannya dengan dua kabilah dari seorang Ansar, yaitu Bani Harisah dan Bani Al Haris, mereka saling membanggakan kabilahnya masing-masing. Salah satu dari dua kabilah itu berkata, adakah di kalangan kamu orang besar seperti si Anu? Yang lain berkata begitu pula, mereka berbangga-bangga dengan orang-orang yang masih hidup. Lalu mereka bersama-sama menuju ke kubur. Salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, "Adakah di antara kamu orang besar seperti ini sambil menunjuk kepada satu kuburan? Dan yang lain berkata begitu pula, lalu turunlah surah ini".
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan banyak harta, teman dan pengikut, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal. Mereka asyik dengan berbicara saja, terpedaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk mereka dan keluarga mereka.
Telah diriwayatkan dari Mutarrif dari ayahnya, ia berkata:
M أتيت النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقرأ ألهاكم التكاثر قال يقول ابن آدم مالي ومالك يا بن آدم ليس لك من مالك إلا ما أكلت فأفنيت أو لبست فأبليت أو تصدقت فأمضيت وما سوى ذلك فذاهب وتاركه للناس.
Artinya:
Saya menemui Nabi SAW membaca: "Al Hakumut Takasur" beliau berkata. "Anak Adam berkata: inilah harta saya dan harta kamu: Hai anak Adam! engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang telah engkau makan dan telah engkau habiskan atau pakaian yang kamu pakai sehingga lapuk atau harta yang telah kamu sedekahkan sampai habis, selain itu akan hilang dan engkau tinggalkan bagi orang lain".
(H.R Maulim)
Dan telah diriwayatkan pula dari Anas bahwa Nabi SAW. bersabda:
لو أن لابن آدم واديا من ذهب أحب أن يكون له واديان ولن يملا فاه إلا التراب ويتوب الله على من تاب.
Artinya:
"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas ia ingin memiliki dua lembah emas dan tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) kecuali mulutnya diisi dengan tanah kuburan dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang yang bertobat".
(HR. Anas bin Malik)
Sementara Ahli Tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan. Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.
2 sampai kamu masuk dalam kubur.(QS. 102:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 2
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berjalan di antara mereka sehingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian mereka telah menyia-nyiakan umur mereka untuk yang tidak berfaedah, baik dalam hidup dunia maupun untuk kehidupan akhirat.
Para Ulama berpendapat bahwa menziarahi kuburan adalah obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati yang membatu, karena dengan ziarah kubur itu manusia akan ingat mati dan Hari Akhirat, maka dengan sendirinya akan membatasi keinginan-keinginan yang bukan-bukan.
Nabi Muhammad SAW. bersabda:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تزهد في الدنيا وتذكركم الآخرة.
Artinya:
"Saya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan membatasi diri dari kemewahan dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 231, juz 30, jilid X)
3 Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),(QS. 102:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 3
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3)
Kemudian Allah SWT dengan ayat ini memperingatkan bahwa bermegah menimbulkan kekacauan dan permusuhan. Sebaliknya Allah menganjurkan agar diciptakan kerukunan hidup, bantu membantu dalam menegakkan kebenaran dan tolong-menolong dalam kebaikan dan dalam melestarikan hidup bermasyarakat, dengan membina akhlak yang luhur dan budi pekerti yang baik.
4 dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.(QS. 102:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 4
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4)
Dalam ayat ini Allah SWT mengulang ancaman-Nya dan ini adalah ancaman sesudah ancaman, sebagaimana seorang tuan berkata kepada hamba sahayanya: "Kukatakan kepadamu, jangan dikerjakan. Kukatakan kepadamu jangan dikerjakan!".
5 Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,(QS. 102:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5)
Dalam ayat ini Allah memperingati dalam bentuk perintah yaitu waspadalah terhadap tingkah lakumu yang buruk itu, karena bila kamu tahu akibat keinginanmu untuk berlebih-lebihan, sehingga menyibukkan kamu mengerjakan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Pendirianmu yang kamu anggap benar itu sebenarnya adalah salah. Itu hanya sangkaan belaka yang pasti berubah, karena tidak sesuai dengan kenyataan. Yang harus menjadi pendirian adalah yang sesuai dengan kenyataan yang dapat disaksikan oleh mata, oleh perasaan atau berdasarkan dalil sahih.
6 niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam,(QS. 102:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 6
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6)
Dalam ayat ini Allah menerangkan sebagian azab yang akan dialami oleh orang yang bermegah-megahan itu karena kelalaian tersebut yaitu mereka akan ditimpa azab di akhirat, mereka pasti akan melihat tempat itu dengan mata kepala mereka sendiri, oleh sebab itu hendaknya selalu mereka renungkan kedahsyatan azab itu dalam pikiran mereka agar membawa mereka kepada perbuatan yang baik dan bermanfaat. Yang dimaksud dengan melihat neraka Jahim adalah merasakan azabnya. sesuai dengan tujuan Alquran dalam pemakaian kata-kata tersebut.
7 dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin,(QS. 102:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 7
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7)
Kemudian dengan ayat ini Allah menguatkan isi ayat sebelumnya, bahwa azab itu benar-benar akan dirasakan oleh orang yang terpedaya itu. Oleh karena itu siapa saja dan dari golongan apa saja hendaklah bertakwa kepada Tuhannya serta menghindari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka disiksa. Hendaknya seseorang itu memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang ada padanya untuk dipelihara dan dipergunakan sesuai dengan fungsi nikmat tersebut dan hendaknya pula jangan melakukan kejahatan atau mengada-adakan kemungkaran dan janganlah seseorang dari kamu mengharap-harapkan ampunan Allah hanya semata-mata dengan pengakuan beragama Islam dengan memakai nama dan gelar yang muluk-muluk. sedangkan ia menyalahi hukum-hukum Alquran dan tindakan-tindakannya sama dengan tindakan musuh Islam.
8 kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).(QS. 102:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 8
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)
Dalam ayat ini Allah SWT, lebih memperkuat lagi celaan-Nya terhadap mereka, bahwa sesungguhnya mereka akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan-kenikmatan yang mereka megah-megahkan di dunia, apa yang kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu. Apakah kamu telah menunaikan hak Allah daripadanya, atau apakah kamu menjaga batas-batas hukum Allah yang telah ditentukan dalam bersenang-senang dengan nikmat tersebut. Jika kamu tidak melakukannya, ketahuilah bahwa nikmat-nikmat itu adalah puncak kecelakaan di hari akhirat.
Telah diriwayatkan bahwa Umar R.A., bertanya kepada Nabi Muhammad SAW.:
أي نعيم نسأل عنه يا رسول الله? وقد أخرجنا من ديارنا وأموالنا? فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ظلال المساكن والأشجار والأخبية التي تقيكم الحر والبرد والماء البارد في اليوم الحار
Artinya:
"Nikmat apakah yang ditanyakan kepada kami, Ya Rasulullah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan harta kami?". Nabi SAW. menjawab: "Naungan-naungan rumah, pohon-pohon, gubuk-gubuk yang melindungi kamu dari udara panas dan dingin dan air yang sejuk di hari yang panas".
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 232, juz 30, jilid X).
Dan telah diriwayatkan pula dari Nabi Muhammad SAW., beliau bersabda:
من أصبح أمنا في سر به معافي في بدنه عنده قوت يومه فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها.
Artinya:
Barangsiapa yang bangun pagi dalam keadaan aman sentosa dalam keluarganya, sehat walafiat badannya serta mempunyai bekal hidup untuk harinya, maka seolah olah dunia dengan segala kekayaannya telah diserahkan kepadanya.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 232, juz 30 jilid X).
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 1
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1)
Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Abu Hurairah, ia berkata, "Al Hakumut Takasur turun karena ada kaitannya dengan dua kabilah dari seorang Ansar, yaitu Bani Harisah dan Bani Al Haris, mereka saling membanggakan kabilahnya masing-masing. Salah satu dari dua kabilah itu berkata, adakah di kalangan kamu orang besar seperti si Anu? Yang lain berkata begitu pula, mereka berbangga-bangga dengan orang-orang yang masih hidup. Lalu mereka bersama-sama menuju ke kubur. Salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, "Adakah di antara kamu orang besar seperti ini sambil menunjuk kepada satu kuburan? Dan yang lain berkata begitu pula, lalu turunlah surah ini".
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan banyak harta, teman dan pengikut, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal. Mereka asyik dengan berbicara saja, terpedaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk mereka dan keluarga mereka.
Telah diriwayatkan dari Mutarrif dari ayahnya, ia berkata:
M أتيت النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقرأ ألهاكم التكاثر قال يقول ابن آدم مالي ومالك يا بن آدم ليس لك من مالك إلا ما أكلت فأفنيت أو لبست فأبليت أو تصدقت فأمضيت وما سوى ذلك فذاهب وتاركه للناس.
Artinya:
Saya menemui Nabi SAW membaca: "Al Hakumut Takasur" beliau berkata. "Anak Adam berkata: inilah harta saya dan harta kamu: Hai anak Adam! engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang telah engkau makan dan telah engkau habiskan atau pakaian yang kamu pakai sehingga lapuk atau harta yang telah kamu sedekahkan sampai habis, selain itu akan hilang dan engkau tinggalkan bagi orang lain".
(H.R Maulim)
Dan telah diriwayatkan pula dari Anas bahwa Nabi SAW. bersabda:
لو أن لابن آدم واديا من ذهب أحب أن يكون له واديان ولن يملا فاه إلا التراب ويتوب الله على من تاب.
Artinya:
"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas ia ingin memiliki dua lembah emas dan tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) kecuali mulutnya diisi dengan tanah kuburan dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang yang bertobat".
(HR. Anas bin Malik)
Sementara Ahli Tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan. Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.
2 sampai kamu masuk dalam kubur.(QS. 102:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 2
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berjalan di antara mereka sehingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian mereka telah menyia-nyiakan umur mereka untuk yang tidak berfaedah, baik dalam hidup dunia maupun untuk kehidupan akhirat.
Para Ulama berpendapat bahwa menziarahi kuburan adalah obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati yang membatu, karena dengan ziarah kubur itu manusia akan ingat mati dan Hari Akhirat, maka dengan sendirinya akan membatasi keinginan-keinginan yang bukan-bukan.
Nabi Muhammad SAW. bersabda:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تزهد في الدنيا وتذكركم الآخرة.
Artinya:
"Saya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan membatasi diri dari kemewahan dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 231, juz 30, jilid X)
3 Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),(QS. 102:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 3
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3)
Kemudian Allah SWT dengan ayat ini memperingatkan bahwa bermegah menimbulkan kekacauan dan permusuhan. Sebaliknya Allah menganjurkan agar diciptakan kerukunan hidup, bantu membantu dalam menegakkan kebenaran dan tolong-menolong dalam kebaikan dan dalam melestarikan hidup bermasyarakat, dengan membina akhlak yang luhur dan budi pekerti yang baik.
4 dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.(QS. 102:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 4
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4)
Dalam ayat ini Allah SWT mengulang ancaman-Nya dan ini adalah ancaman sesudah ancaman, sebagaimana seorang tuan berkata kepada hamba sahayanya: "Kukatakan kepadamu, jangan dikerjakan. Kukatakan kepadamu jangan dikerjakan!".
5 Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,(QS. 102:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5)
Dalam ayat ini Allah memperingati dalam bentuk perintah yaitu waspadalah terhadap tingkah lakumu yang buruk itu, karena bila kamu tahu akibat keinginanmu untuk berlebih-lebihan, sehingga menyibukkan kamu mengerjakan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Pendirianmu yang kamu anggap benar itu sebenarnya adalah salah. Itu hanya sangkaan belaka yang pasti berubah, karena tidak sesuai dengan kenyataan. Yang harus menjadi pendirian adalah yang sesuai dengan kenyataan yang dapat disaksikan oleh mata, oleh perasaan atau berdasarkan dalil sahih.
6 niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam,(QS. 102:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 6
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6)
Dalam ayat ini Allah menerangkan sebagian azab yang akan dialami oleh orang yang bermegah-megahan itu karena kelalaian tersebut yaitu mereka akan ditimpa azab di akhirat, mereka pasti akan melihat tempat itu dengan mata kepala mereka sendiri, oleh sebab itu hendaknya selalu mereka renungkan kedahsyatan azab itu dalam pikiran mereka agar membawa mereka kepada perbuatan yang baik dan bermanfaat. Yang dimaksud dengan melihat neraka Jahim adalah merasakan azabnya. sesuai dengan tujuan Alquran dalam pemakaian kata-kata tersebut.
7 dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin,(QS. 102:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 7
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7)
Kemudian dengan ayat ini Allah menguatkan isi ayat sebelumnya, bahwa azab itu benar-benar akan dirasakan oleh orang yang terpedaya itu. Oleh karena itu siapa saja dan dari golongan apa saja hendaklah bertakwa kepada Tuhannya serta menghindari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka disiksa. Hendaknya seseorang itu memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang ada padanya untuk dipelihara dan dipergunakan sesuai dengan fungsi nikmat tersebut dan hendaknya pula jangan melakukan kejahatan atau mengada-adakan kemungkaran dan janganlah seseorang dari kamu mengharap-harapkan ampunan Allah hanya semata-mata dengan pengakuan beragama Islam dengan memakai nama dan gelar yang muluk-muluk. sedangkan ia menyalahi hukum-hukum Alquran dan tindakan-tindakannya sama dengan tindakan musuh Islam.
8 kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).(QS. 102:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Takaatsur 8
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)
Dalam ayat ini Allah SWT, lebih memperkuat lagi celaan-Nya terhadap mereka, bahwa sesungguhnya mereka akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan-kenikmatan yang mereka megah-megahkan di dunia, apa yang kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu. Apakah kamu telah menunaikan hak Allah daripadanya, atau apakah kamu menjaga batas-batas hukum Allah yang telah ditentukan dalam bersenang-senang dengan nikmat tersebut. Jika kamu tidak melakukannya, ketahuilah bahwa nikmat-nikmat itu adalah puncak kecelakaan di hari akhirat.
Telah diriwayatkan bahwa Umar R.A., bertanya kepada Nabi Muhammad SAW.:
أي نعيم نسأل عنه يا رسول الله? وقد أخرجنا من ديارنا وأموالنا? فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ظلال المساكن والأشجار والأخبية التي تقيكم الحر والبرد والماء البارد في اليوم الحار
Artinya:
"Nikmat apakah yang ditanyakan kepada kami, Ya Rasulullah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan harta kami?". Nabi SAW. menjawab: "Naungan-naungan rumah, pohon-pohon, gubuk-gubuk yang melindungi kamu dari udara panas dan dingin dan air yang sejuk di hari yang panas".
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 232, juz 30, jilid X).
Dan telah diriwayatkan pula dari Nabi Muhammad SAW., beliau bersabda:
من أصبح أمنا في سر به معافي في بدنه عنده قوت يومه فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها.
Artinya:
Barangsiapa yang bangun pagi dalam keadaan aman sentosa dalam keluarganya, sehat walafiat badannya serta mempunyai bekal hidup untuk harinya, maka seolah olah dunia dengan segala kekayaannya telah diserahkan kepadanya.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 232, juz 30 jilid X).
Tafsir Surat : AL-QAARI'AH
1 Hari Kiamat,(QS. 101:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 1
الْقَارِعَةُ (1)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan kata "Al Qari'ah", yaitu satu nama dari beberapa nama Hari Kiamat, seperti Al Haqqah, As Sakhkhah, At Tammmah dan Al Gasyiah. Diberi nama Hari Kiamat itu dengan Al Qari'ah karena ia mengetuk hati setiap orang akan kedahsyatannya, sebagaimana diberi nama suatu bencana hebat dengan Qari'ah. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman:
ولا يزال الذين كفروا تصيبهم بما صنعوا قارعة
Artinya:
Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (Q.S Ar Ra'd: 31).
Maksudnya mereka ditimpa malapetaka hebat yang mengetuk hati mereka dan menyakiti tubuh mereka, sehingga mereka mengeluh karenanya.
2 apakah hari Kiamat itu?(QS. 101:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?(QS. 101:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,(QS. 101:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 4
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (4)
Oleh karena sangat sulit mengetahui hakikat Al Qari'ah, maka dalam ayat ini Allah menjelaskan waktu datangnya Al Qari'ah dan keadaan manusia pada waktu itu, yaitu bagaikan anai-anai yang berterbangan di sekeliling lampu pada malam hari; diserupakan dengan anai-anai dalam keadaan mereka kebingungan tidak menentu arah tujuannya.
Maksudnya bahwa manusia pada hari yang dahsyat itu bertebaran di mana-mana, bingung, tidak tahu ke mana akan dituju dan apa yang akan dikerjakan dan untuk apa mereka dikumpulkan di sana, tidak ubahnya seperti anai-anai yang tidak berketentuan arahnya.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
كانهم جراد منتشر
Artinya:
Seakan-akan mereka belalang yang berterbangan. (Q.S Al Qamar: 7).
5 dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.(QS. 101:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 5
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (5)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu yang halus yang diterbangkan angin, bagaimana pula keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami Al Qari'ah itu.
Banyak terdapat dalam Alquran ayat-ayat tentang keadaan gunung-gunung pada Hari Kiamat, di antaranya Allah berfirman:
وترى الجبال تحسبها جامدة وهي تمرمر السحاب
Artinya:
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Q.S An Naml: 88).
dan firman-Nya:
وكانت الجبال كثيبا مهيلا
Artinya:
Dan jadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan. (Q.S. Al Muzammil: 14).
Dan firman-Nya:
وسيرت الجبال فكانت سرابا
Artinya:
Dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (Q.S. An Naba': 20).
Semua keterangan tersebut untuk menjelaskan bahwa gunung-gunung yang besar dan kuat seharusnya tetap tak dapat digerakkan, tetapi Al Qari'ah dapat menghancurkannya, apalagi manusia makhluk yang lemah.
6 Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,(QS. 101:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 6 - 7
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7)
Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebaikan, yaitu bila amal orang-orang yang saleh itu ditimbang dan timbangannya berat karena banyaknya mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan yang abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan dan kepuasan.
Kita wajib mempercayai adanya mizan (neraca) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya:
/7
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة
\ n
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat. (Q.S. Al Anbiya': 47).
7 maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.(QS. 101:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,(QS. 101:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 8 - 9
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9)
Dalam ayat ini Ia menyatakan pula nasib orang-orang jahat yaitu bila amal orang-orang jahat itu ditimbang dan timbangannya itu ringan karena banyak mengerjakan kejahatan dan sedikit mengerjakan kebaikan di dunia maka mereka akan ditempatkan dalam neraka Hawiyah tempat penyiksaan orang-orang jahat, tempat hidup sengsara; suatu tempat yang mereka dijerumuskan ke dalamnya.
9 maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.(QS. 101:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?(QS. 101:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 (Yaitu) api yang sangat panas.(QS. 101:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 1
الْقَارِعَةُ (1)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan kata "Al Qari'ah", yaitu satu nama dari beberapa nama Hari Kiamat, seperti Al Haqqah, As Sakhkhah, At Tammmah dan Al Gasyiah. Diberi nama Hari Kiamat itu dengan Al Qari'ah karena ia mengetuk hati setiap orang akan kedahsyatannya, sebagaimana diberi nama suatu bencana hebat dengan Qari'ah. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman:
ولا يزال الذين كفروا تصيبهم بما صنعوا قارعة
Artinya:
Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (Q.S Ar Ra'd: 31).
Maksudnya mereka ditimpa malapetaka hebat yang mengetuk hati mereka dan menyakiti tubuh mereka, sehingga mereka mengeluh karenanya.
2 apakah hari Kiamat itu?(QS. 101:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?(QS. 101:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,(QS. 101:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 4
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (4)
Oleh karena sangat sulit mengetahui hakikat Al Qari'ah, maka dalam ayat ini Allah menjelaskan waktu datangnya Al Qari'ah dan keadaan manusia pada waktu itu, yaitu bagaikan anai-anai yang berterbangan di sekeliling lampu pada malam hari; diserupakan dengan anai-anai dalam keadaan mereka kebingungan tidak menentu arah tujuannya.
Maksudnya bahwa manusia pada hari yang dahsyat itu bertebaran di mana-mana, bingung, tidak tahu ke mana akan dituju dan apa yang akan dikerjakan dan untuk apa mereka dikumpulkan di sana, tidak ubahnya seperti anai-anai yang tidak berketentuan arahnya.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
كانهم جراد منتشر
Artinya:
Seakan-akan mereka belalang yang berterbangan. (Q.S Al Qamar: 7).
5 dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.(QS. 101:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 5
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (5)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu yang halus yang diterbangkan angin, bagaimana pula keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami Al Qari'ah itu.
Banyak terdapat dalam Alquran ayat-ayat tentang keadaan gunung-gunung pada Hari Kiamat, di antaranya Allah berfirman:
وترى الجبال تحسبها جامدة وهي تمرمر السحاب
Artinya:
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Q.S An Naml: 88).
dan firman-Nya:
وكانت الجبال كثيبا مهيلا
Artinya:
Dan jadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan. (Q.S. Al Muzammil: 14).
Dan firman-Nya:
وسيرت الجبال فكانت سرابا
Artinya:
Dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (Q.S. An Naba': 20).
Semua keterangan tersebut untuk menjelaskan bahwa gunung-gunung yang besar dan kuat seharusnya tetap tak dapat digerakkan, tetapi Al Qari'ah dapat menghancurkannya, apalagi manusia makhluk yang lemah.
6 Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,(QS. 101:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 6 - 7
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7)
Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebaikan, yaitu bila amal orang-orang yang saleh itu ditimbang dan timbangannya berat karena banyaknya mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan yang abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan dan kepuasan.
Kita wajib mempercayai adanya mizan (neraca) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya:
/7
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة
\ n
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat. (Q.S. Al Anbiya': 47).
7 maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.(QS. 101:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,(QS. 101:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qaari'ah 8 - 9
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9)
Dalam ayat ini Ia menyatakan pula nasib orang-orang jahat yaitu bila amal orang-orang jahat itu ditimbang dan timbangannya itu ringan karena banyak mengerjakan kejahatan dan sedikit mengerjakan kebaikan di dunia maka mereka akan ditempatkan dalam neraka Hawiyah tempat penyiksaan orang-orang jahat, tempat hidup sengsara; suatu tempat yang mereka dijerumuskan ke dalamnya.
9 maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.(QS. 101:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
10 Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?(QS. 101:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 (Yaitu) api yang sangat panas.(QS. 101:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : AL-AADIYAAT
1 Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,(QS. 100:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 1
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1)
Allah SWT bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suara gemuruhnya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Aadiyaat 1
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1)
(Demi yang berlari kencang) di dalam perang, yaitu kuda yang lari dengan kencangnya di dalam peperangan (dengan terengah-engah) lafal Adh-Dhabhu artinya suara napas kuda sewaktu berlari kencang.
2 dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),(QS. 100:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,(QS. 100:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 maka ia menerbangkan debu,(QS. 100:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,(QS. 100:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 5
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
Allah menyatakan bahwa tiba-tiba kuda yang menyerang itu berada di tengah-tengah musuh yang menyebabkan kepanikan keadaan mereka.
Allah SWT bersumpah dengan kuda dan dengan sifat-sifatnya tersebut dalam suasana peperangan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian, membiasakan diri berkendaraan kuda dengan tangkas menyerbu musuh. Diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain yang sama maksudnya:
وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم
Artinya:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuhmu.
(Q.S.8 Al Anfal: 60.)
Allah bersumpah dengan kuda perang yang sifatnya tersebut di atas dalam keadaan lari kencang, hilir mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka atau menghadang serangan mereka.
Maksudnya, bahwa dalam ketangkasan berkuda mengandung faedah yang tak terkira banyaknya. Dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, dalam menyergap musuh dan dapat menghubungi tempat yang jauh dalam waktu yang singkat.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Aadiyaat 5
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
(Dan menyerbu dalam kepulan debu ke tengah-tengah) artinya dengan membawa kepulan debu (kumpulan musuh) yang diserangnya; maksudnya kuda-kuda tersebut berada di tengah-tengah musuh dalam keadaan menyerang. Lafal Fawasathna yang kedudukannya sebagai Fi'il di'athafkan kepada Isim, karena mengingat bahwa semua Isim yang di'athafkan kepadanya mengandung makna Fi'il pula. Yakni demi yang berlari kencang, lalu mencetuskan api, lalu menerbangkan debu.
6 sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,(QS. 100:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 6
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (6)
Dalam ayat ini Allah menerangkan isi sumpah-Nya, yaitu: watak manusia adalah mengingkari kebenaran dan tidak mengakui hal-hal yang menyebabkan mereka harus bersyukur kepada penciptanya, kecuali orang-orang yang mendapat taufik membiasakan diri berbuat kebaikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran. Telah diriwayatkan, bahwa Nabi SAW. bersabda:
الكنود هو الذي يأكل وحده ويضرب عبده ويمنع رفده
Artinya:
Orang yang mengingkari kebenaran adalah orang yang suka makan sendiri, memukul hamba sahayanya dan tak pernah memberi jamuan pada tamunya.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 223, juz 30, jilid X).
Maksudnya, dia tidak pernah menyedekahkan sesuatu yang diberikan Allah kepadanya, tidak menaruh iba kasihan kepada hamba Allah sebagaimana Allah kasihan kepadanya, seolah-olah mengingkari nikmat-nikmat Allah kepadanya serta menjauhi apa yang baik oleh akal dan agama.
Sifat yang terpendam dalam jiwa manusia ini menyebabkan ia tidak mementingkan apa yang terdapat di sekelilingnya, tidak menghiraukan apa yang akan datang dan lupa apa yang telah lalu. Dan bila Allah memberikan kepadanya sesuatu nikmat, dia terus bingung, hatinya menjadi bengis dan sikapnya menjadi kasar terhadap hamba-hamba Allah.
7 dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,(QS. 100:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.(QS. 100:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,(QS. 100:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 9 - 11
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (9) وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ (10) إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ (11)
Dalam ayat-ayat berikut ini Allah menyatakan ancaman-Nya kepada orang-orang yang seperti tersebut di atas yaitu apakah orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah itu tidak sadar bahwa Allah mengetahui isi hatinya; dan Dia akan membalas keingkarannya itu pada hari dilahirkan apa yang ada di dalam dada dan dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur?
10 dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,(QS. 100:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.(QS. 100:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 1
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1)
Allah SWT bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suara gemuruhnya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Aadiyaat 1
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1)
(Demi yang berlari kencang) di dalam perang, yaitu kuda yang lari dengan kencangnya di dalam peperangan (dengan terengah-engah) lafal Adh-Dhabhu artinya suara napas kuda sewaktu berlari kencang.
2 dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),(QS. 100:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
3 dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,(QS. 100:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
4 maka ia menerbangkan debu,(QS. 100:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,(QS. 100:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 5
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
Allah menyatakan bahwa tiba-tiba kuda yang menyerang itu berada di tengah-tengah musuh yang menyebabkan kepanikan keadaan mereka.
Allah SWT bersumpah dengan kuda dan dengan sifat-sifatnya tersebut dalam suasana peperangan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian, membiasakan diri berkendaraan kuda dengan tangkas menyerbu musuh. Diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain yang sama maksudnya:
وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم
Artinya:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuhmu.
(Q.S.8 Al Anfal: 60.)
Allah bersumpah dengan kuda perang yang sifatnya tersebut di atas dalam keadaan lari kencang, hilir mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka atau menghadang serangan mereka.
Maksudnya, bahwa dalam ketangkasan berkuda mengandung faedah yang tak terkira banyaknya. Dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, dalam menyergap musuh dan dapat menghubungi tempat yang jauh dalam waktu yang singkat.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Aadiyaat 5
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
(Dan menyerbu dalam kepulan debu ke tengah-tengah) artinya dengan membawa kepulan debu (kumpulan musuh) yang diserangnya; maksudnya kuda-kuda tersebut berada di tengah-tengah musuh dalam keadaan menyerang. Lafal Fawasathna yang kedudukannya sebagai Fi'il di'athafkan kepada Isim, karena mengingat bahwa semua Isim yang di'athafkan kepadanya mengandung makna Fi'il pula. Yakni demi yang berlari kencang, lalu mencetuskan api, lalu menerbangkan debu.
6 sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,(QS. 100:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 6
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (6)
Dalam ayat ini Allah menerangkan isi sumpah-Nya, yaitu: watak manusia adalah mengingkari kebenaran dan tidak mengakui hal-hal yang menyebabkan mereka harus bersyukur kepada penciptanya, kecuali orang-orang yang mendapat taufik membiasakan diri berbuat kebaikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran. Telah diriwayatkan, bahwa Nabi SAW. bersabda:
الكنود هو الذي يأكل وحده ويضرب عبده ويمنع رفده
Artinya:
Orang yang mengingkari kebenaran adalah orang yang suka makan sendiri, memukul hamba sahayanya dan tak pernah memberi jamuan pada tamunya.
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 223, juz 30, jilid X).
Maksudnya, dia tidak pernah menyedekahkan sesuatu yang diberikan Allah kepadanya, tidak menaruh iba kasihan kepada hamba Allah sebagaimana Allah kasihan kepadanya, seolah-olah mengingkari nikmat-nikmat Allah kepadanya serta menjauhi apa yang baik oleh akal dan agama.
Sifat yang terpendam dalam jiwa manusia ini menyebabkan ia tidak mementingkan apa yang terdapat di sekelilingnya, tidak menghiraukan apa yang akan datang dan lupa apa yang telah lalu. Dan bila Allah memberikan kepadanya sesuatu nikmat, dia terus bingung, hatinya menjadi bengis dan sikapnya menjadi kasar terhadap hamba-hamba Allah.
7 dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,(QS. 100:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
8 dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.(QS. 100:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
9 Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,(QS. 100:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Aadiyaat 9 - 11
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (9) وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ (10) إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ (11)
Dalam ayat-ayat berikut ini Allah menyatakan ancaman-Nya kepada orang-orang yang seperti tersebut di atas yaitu apakah orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah itu tidak sadar bahwa Allah mengetahui isi hatinya; dan Dia akan membalas keingkarannya itu pada hari dilahirkan apa yang ada di dalam dada dan dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur?
10 dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,(QS. 100:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
11 sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.(QS. 100:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Tafsir Surat : AL-ZALZALAH
1 Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat),(QS. 99:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 1
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1)
Orang-orang kafir bertanya-tanya tentang hari hisab. Mereka berkata: "Kapan datangnya Hari Kiamat itu?" dan lain-lain pertanyaan mereka. Lalu Allah menjelaskan dalam surah ini tanda-tanda Hari Kiamat, agar mereka mengetahui bahwa tidak mungkin menentukan waktu datangnya hari tersebut, saat manusia seluruhnya dikumpulkan di hadapan Allah SWT untuk ditentukan siapa-siapa yang berhak mendapat azab dan siapa pula yang harus mendapat pahala.
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa bumi bergetar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan dalam ayat lain dengan firman Nya:
يا أيها الناس اتقوا ربكم إن زلزلة الساعة شيء عظيم
Artinya:
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) (Q.S. Al-Hajj: 1)
dan firman-Nya:
إذا رجت الأرض رجا
Artinya:
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (Q.S. Al-Waqi'ah: 4)
Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu, dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka apabila bumi sebagai benda padat bisa bergetar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapakah kamu sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafiranmu.
2 dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,(QS. 99:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 2
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2)
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa pada hari terjadi kegoncangan itu, karena dahsyatnya maka bumi menghamburkan isi perutnya yang terpendam berupa logam, harta simpanan dan mayat-mayat isi kuburan.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
وإذا الأرض مدت وألقت ما فيها وتخلت
Artinya:
Dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong. (Q.S. Al-Insyiqaq: 3, 4)
Contohnya, sebagaimana terjadi dengan letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 dan lain-lain di Indonesia, yang begitu dahsyat sehingga mengeluarkan lava dan isi perutnya.
3 dan manusia bertanya: `Mengapa bumi (jadi begini)?`,(QS. 99:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 3
وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang berkesempatan mengalami dan menyaksikan kejadian yang dahsyat yang belum pernah terjadi, membuat terperanjat orang-orang yang melihatnya, berkata, "Apa gerangan yang terjadi bagi bumi yang belum pernah terjadi sebelumnya?".
Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
وترى الناس سكارى وما هم بسكارى
Artinya:
Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. (Q.S. Al-Hajj: 2)
4 Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,(QS. 99:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.(QS. 99:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.(QS. 99:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(QS. 99:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 7 - 8
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Dalam ayat-ayat ini Allah memperincikan balasan amal masing-masing. Maka barangsiapa beramal baik, walaupun amalnya itu seberat atom atau karena terlalu kecil niscaya akan diterima balasannya, begitu pula yang beramal jahat walaupun seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolongnya dan melepaskannya dari siksa kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.
Adapun keterangan ayat yang menyatakan bahwa pahala amal perbuatan mereka tidak berguna, maksudnya tidak dapat melepaskan mereka dari siksa kekafiran, walaupun ada keringanan dari siksa kejahatannya selain azab kekafiran. Adapun siksa kekafiran tidak akan dikurangi sedikitpun, sebagaimana firman Allah:
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا وإن كان مثقال حبة من خردل أتينا بها وكفى بنا حاسبين
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hart Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat atompun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (Q.S. Al-Anbiya': 47)
Dalam sebuah Hadis dinyatakan bahwa Hatim seorang yang paling pemurah dari orang musyrik Arab, diringankan azabnya karena kedermawanannya. Begitu pula Abu Lahab diringankan sedikit azabnya karena kegembiraannya dengan kelahiran Nabi SAW.
8 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.(QS. 99:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 1
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1)
Orang-orang kafir bertanya-tanya tentang hari hisab. Mereka berkata: "Kapan datangnya Hari Kiamat itu?" dan lain-lain pertanyaan mereka. Lalu Allah menjelaskan dalam surah ini tanda-tanda Hari Kiamat, agar mereka mengetahui bahwa tidak mungkin menentukan waktu datangnya hari tersebut, saat manusia seluruhnya dikumpulkan di hadapan Allah SWT untuk ditentukan siapa-siapa yang berhak mendapat azab dan siapa pula yang harus mendapat pahala.
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa bumi bergetar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan dalam ayat lain dengan firman Nya:
يا أيها الناس اتقوا ربكم إن زلزلة الساعة شيء عظيم
Artinya:
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) (Q.S. Al-Hajj: 1)
dan firman-Nya:
إذا رجت الأرض رجا
Artinya:
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (Q.S. Al-Waqi'ah: 4)
Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu, dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka apabila bumi sebagai benda padat bisa bergetar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapakah kamu sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafiranmu.
2 dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,(QS. 99:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 2
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2)
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa pada hari terjadi kegoncangan itu, karena dahsyatnya maka bumi menghamburkan isi perutnya yang terpendam berupa logam, harta simpanan dan mayat-mayat isi kuburan.
Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
وإذا الأرض مدت وألقت ما فيها وتخلت
Artinya:
Dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong. (Q.S. Al-Insyiqaq: 3, 4)
Contohnya, sebagaimana terjadi dengan letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 dan lain-lain di Indonesia, yang begitu dahsyat sehingga mengeluarkan lava dan isi perutnya.
3 dan manusia bertanya: `Mengapa bumi (jadi begini)?`,(QS. 99:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 3
وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang berkesempatan mengalami dan menyaksikan kejadian yang dahsyat yang belum pernah terjadi, membuat terperanjat orang-orang yang melihatnya, berkata, "Apa gerangan yang terjadi bagi bumi yang belum pernah terjadi sebelumnya?".
Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
وترى الناس سكارى وما هم بسكارى
Artinya:
Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. (Q.S. Al-Hajj: 2)
4 Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,(QS. 99:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
5 karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.(QS. 99:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
6 Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.(QS. 99:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
7 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(QS. 99:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zalzalah 7 - 8
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Dalam ayat-ayat ini Allah memperincikan balasan amal masing-masing. Maka barangsiapa beramal baik, walaupun amalnya itu seberat atom atau karena terlalu kecil niscaya akan diterima balasannya, begitu pula yang beramal jahat walaupun seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolongnya dan melepaskannya dari siksa kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.
Adapun keterangan ayat yang menyatakan bahwa pahala amal perbuatan mereka tidak berguna, maksudnya tidak dapat melepaskan mereka dari siksa kekafiran, walaupun ada keringanan dari siksa kejahatannya selain azab kekafiran. Adapun siksa kekafiran tidak akan dikurangi sedikitpun, sebagaimana firman Allah:
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا وإن كان مثقال حبة من خردل أتينا بها وكفى بنا حاسبين
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hart Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat atompun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (Q.S. Al-Anbiya': 47)
Dalam sebuah Hadis dinyatakan bahwa Hatim seorang yang paling pemurah dari orang musyrik Arab, diringankan azabnya karena kedermawanannya. Begitu pula Abu Lahab diringankan sedikit azabnya karena kegembiraannya dengan kelahiran Nabi SAW.
8 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.(QS. 99:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Langganan:
Postingan (Atom)